
BERTENAGA BESAR: Suparman mengendarai traktor penarik lori yang mengantarkan tim ekspedisi berkeliling pabrik gula Candi Baru.
Keberadaan pabrik gula tidak bisa dipisahkan dari gerobak pengangkut tebu. Orang sering menyebutnya lori.
ARISKI PRASETYO HADI-CHANDRA SATWIKA
TARIKAN awal traktor itu membuat kami yang berdiri di atas lori sedikit khawatir. Kaget. Besi-besi penyangga ”gerbong” pengangkut tebu itu terasa bergoyang. Gesekan rel dengan roda lori yang mulai berputar menimbulkan suara berderit kencang. Namun, setelah itu, lori berjalan anteng. Melaju di antara lori-lori lain.
Karena hanya membawa kami, bukan berton-ton tebu, cukuplah satu lori yang pagi itu berjalan. Buntut traktor dan lori hanya disambung dengan tali tampar.
Suparman, sangat sopir traktor, ternyata sudah sangat berpengalaman. Tangannya tangkas memutar setir untuk menjaga lori terus berada di jalurnya. Meskipun penarik lori sudah berganti traktor, bukan lagi lokomotif seperti dulu, bagi kami itu tetap sangat mengasyikkan. Suasana berkeliling pabrik terasa lebih istimewa.
Menurut Suparman, lokomotif penarik lori sudah tidak lagi digunakan Pabrik Gula (PG) Candi Baru sejak 2002. ”Biaya perawatan traktor lebih murah daripada lokomotif,” kata pria 45 tahun itu Rabu lalu (18/1). Dia mulai bekerja di PG Candi Baru bertepatan dengan mulai dipensiunkannya lokomotif penarik lori.
Dari lokasi parkir lori, kami bergerak menuju tempat crane. Lori masih melaju mulus, semulus mobil yang berjalan di aspal. Namun, mendekati mesin crane, lori sempat bergoyang. Saya pun berpegangan erat pada besi lori. Ternyata goyangan itu disebabkan rel-rel yang saling crossing. Angin sepoi-sepoi mulai berembus. Saya membayangkan lori-lori itu dulu bergerak untuk menjemput tebu dari kebun yang jauh. Melihat pemandangan hijau sepanjang perjalanan.
Tiba di dekat masjid pabrik, kami turun. Suparman mematikan mesin traktor. Pegawai yang bekerja di Candi sejak 1996 itu mengatakan, menarik rangkaian lori yang penuh muatan tebu sangat mudah. ”Tidak terasa berat,” ucap dia.
***
Bentuk lori sederhana. Terdiri atas tiga batang besi yang melengkung. Batangan besi itu berfungsi sebagai penyangga tebu yang diangkut agar tidak jatuh. Di bagian bawah terdapat dua pasang roda besi. Lori dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter itu melaju di atas rel.
Prinsip kerja lori memang mirip dengan gerbong kereta api. Untuk bisa bergerak maju, lori ditarik lokomotif. Satu lokomotif biasanya mampu menarik 10–15 lori penuh muatan tebu. Bentuk lokomotif itu layaknya kereta api bermesin uap. Lengkap dengan klakson. Ada pula ruang untuk masinis.
Penggunaan lori sangat membantu urusan operasional pabrik gula. Sebelum teknologi pengangkut itu berkembang, pekerja pabrik harus bersusah payah mengangkut tebu dari sawah. Tebu diangkut dengan tenaga sapi. Dengan lori, pengangkutan tebu jelas jauh lebih cepat.
Dulu alat pengangkut tebu itu masih sering dijumpai. Berjalan pelan di sisi jalan raya. Terkadang melintas, menyeberangi jalan beraspal. Layaknya kereta api.
Perkembangan zaman berdampak pada keberadaan lori. Angkutan tebu itu kini mulai ditinggalkan. Rel lori yang dulu gampang dijumpai di sisi jalan atau wilayah persawahan kini sudah tertimbun tanah. Mati.
Kondisi yang sama terjadi di PG Candi Baru. Lori tidak lagi menjemput tebu dari perkebunan dan mengantarkannya ke pabrik. Tugasnya sudah berkurang. Kini lori hanya menunggu drop-dropan tebu yang diangkut truk, lalu membawanya ke dalam pabrik. Nasib lori setali tiga uang dengan lokomotif. Di PG Candi, lokomotif sudah tidak lagi digunakan alias pensiun. Dulu sempat ada sepuluh lokomotif. Kini lori-lori ditarik traktor.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
