Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 13.28 WIB

Bayar Ongkos Angkutan Umum, Penumpang Tinggal Gesek

MASIH MULUS: Pemkot akan menyiapkan fasilitas angkutan umum di Jalan MERR II-C. - Image

MASIH MULUS: Pemkot akan menyiapkan fasilitas angkutan umum di Jalan MERR II-C.


JawaPos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya berencana menerapkan program angkutan trunk and feeder tahun ini. Proyek tersebut akan diimplementasikan di Jalan MERR II-C karena selama ini jalan tersebut belum dilalui angkutan umum. Kini rencana sosialisasi mulai disusun.



Panjang Jalan MERR II-C mencapai 11 kilometer. Di sepanjang jalan tersebut terdapat banyak persimpangan. Di antaranya, Jalan Kedung Baruk, Pandugo, Semolowaru, Jalan Arif Rahman Hakim, serta Kertajaya Indah. Persimpangan tersebut merupakan jalur angkutan kota. Nah, dishub berupaya melakukan sinkronisasi dengan angkutan umum yang telah beroperasi. Tujuannya, mereka bisa saling mendukung.



Kabid Angkutan Dishub Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan bahwa sosialisasi akan dilakukan dengan menurunkan para pegawai ke lapangan. Mereka diminta menjelaskan program angkutan umum tersebut. Sasarannya pengemudi serta masyarakat di sekitar MERR. ”Kami tidak ingin program ini memicu kesalahpahaman dan penolakan para pengemudi angkutan kota,” katanya.



Selain sosialisasi, tim akan menjaring aspirasi dari mereka. Sistem angkutan seperti apa yang diinginkan masyarakat. Dengan begitu, program trunk and feeder bisa menjadi program angkutan masal yang diterima masyarakat. ”Bukan program yang berakhir sia-sia dan tidak dimanfaatkan masyarakat,” jelas Tundjung.



Menurut rencana, ada 30 angkutan baru yang akan beroperasi di sepanjang Jalan MERR. Armada tersebut menggunakan sistem yang berbeda dengan angkutan kota. Pengoperasian armada menjadi tanggung jawab pemkot. Gaji pegawai, perawatan kendaraan, serta bahan bakar ditanggung pemkot.



Sistem pembayaran penumpang juga tidak manual. Penumpang cukup menggesek kartu di angkutan tersebut. Secara otomatis, uang akan terdebit dari kartu itu dan masuk ke kas daerah. ”Itu kalau sistem pengelolaannya oleh pemerintah,” ujar Tundjung.



Pengelolaan bisa juga dilakukan swasta. Mereka akan bertugas sebagai operator. Akad yang diterapkan adalah sistem sewa. Operator bertanggung jawab merekrut sopir, membayar gajinya, dan membiayai perawatan kendaraan secara berkelanjutan. Sistem pembayaran sama, yakni menggunakan kartu elektronik. ”Semua sistem itu akan kami sampaikan saat sosialisasi kepada masyarakat,” imbuh Tundjung.



Kendaraan yang dioperasikan berupa minibus dan bisa menampung 16 penumpang. Jadi, warga yang akan menuju Jalan MERR harus lebih dahulu naik angkutan kota. Mereka bisa berhenti di perempatan, lalu berganti dengan angkutan anyar tersebut.



Dengan sosialisasi yang gencar, harapannya pada pertengahan tahun realisasi fisik proyek trunk and feeder itu bisa dilaksanakan. Dengan begitu, masyarakat di sepanjang Jalan MERR bisa terlayani angkutan masal dengan baik.



Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan bahwa tim siap turun ke lapangan. Mereka akan menjalankan tugasnya sehingga realisasi program angkutan umum tersebut tidak meleset. (riq/c6/git/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore