
BARANG BUKTI: AKP Dwi Heru menunjukkan meterai-meterai bekas hasil daur ulang tersangka Sofyan yang disita dari gudang barang bekas.
JawaPos.com – Sofyan tergolong kreatif. Sayang, kreativitas lelaki 33 tahun itu masuk ke ranah kriminalitas. Bermodal cairan kimia, lulusan SMP tersebut mendaur ulang ribuan meterai Rp 6 ribu bekas agar tampak seperti baru. Meterai itu lantas dijual separo harga.
Dari tangan Sofyan, polisi menyita 5 ribu meterai Rp 6 ribu siap edar, 7 botol pembersih lantai, 1 botol spiritus, 7 nampan plastik, 1 cutter, 1 penghapus pensil, dan 2 tusuk gigi. Pria asal Jember tersebut akhirnya masuk bui.
Berdasar informasi, Senin (16/1) sekitar 12.00, Kring Serse Polres Gresik menerima telepon dari warga asal Driyorejo. Si penelepon menyebutkan, ada daur ulang meterai di gudang penampungan barang bekas di Jalan Raya Petiken, Kecamatan Driyorejo.
Anak buah Kasatreskrim AKP Heru Dwi Purnomo langsung menuju ke lokasi. Dipimpin Kanit Pidana Umum (Pidum) Ipda Moch. Dawud, petugas menggeledah gudang itu. Mereka menemukan ribuan meterai Rp 6 ribu dan Rp 3 ribu bekas. Meterai tersebut tertempel di kertas. Ada tinta bekas coretan tanda tangan. Artinya, seluruh meterai telah digunakan. Sebagian meterai lain siap dijual dan dimasukkan ke plastik klip.
Sofyan pun dicokok untuk diperiksa di Mapolres Gresik. ”Karena daur ulang meterai ini, negara kehilangan pajak,” ujar Heru yang didampingi Kasubbaghumas AKP Ricky Tridharma di Mapolres Gresik kemarin.
Dalam sehari, Sofyan mampu mendaur ulang 500 meterai Rp 6 ribu dan Rp 3 ribu. ”Setelah bersih, meterai dijual separo harga,” ucap alumnus Akpol 2006 itu. Kepada polisi, Sofyan mengaku mencurangi negara sejak setahun lalu. ”Meterai daur ulang itu dipasarkan ke Surabaya dan Malang,” lanjut mantan Kanit Tipikor Polrestabes Surabaya tersebut.
Dari mana Sofyan memperoleh meterai itu? Selama ini, dia memiliki bisnis barang bekas seperti kertas dan plastik. Di sebagian kertas, terdapat meterai. Kertas itu lantas dipisahkan. ”Setelah terkumpul, meterai didaur ulang dan dijual lagi,” tuturnya.
Sofyan menunjukkan cara mendaur ulang meterai. Bapak satu anak tersebut menyatakan bekerja sendirian. Dia membantah telah mendaur ulang selama setahun. Dia mengaku menjalankan bisnis itu setengah tahun terakhir. ”Tidak setiap hari. Kalau ada 500 meterai bekas, baru saya kerjakan,” jelasnya. (yad/c18/roz/sep/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
