Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Januari 2017 | 23.22 WIB

Ayo Sapu Hoax!

TAK MAU BERITA BOHONG: Ade Triwijaya dan Maria Josephine berfoto dengan properti banner anti-hoax di Taman Bungkul kemarin pagi (8/1). Mereka ikut mendukung budaya literasi bersosial media dengan cara tidak menyebarkan berita-berita bohong. - Image

TAK MAU BERITA BOHONG: Ade Triwijaya dan Maria Josephine berfoto dengan properti banner anti-hoax di Taman Bungkul kemarin pagi (8/1). Mereka ikut mendukung budaya literasi bersosial media dengan cara tidak menyebarkan berita-berita bohong.


’’Sebenarnya sudah undang Ibu Wali Kota (Tri Rismaharini, Red). Namun, beliau berhalangan hadir,” ujarnya. Alumnus Universitas Negeri Surabaya itu juga berencana menyebarkan buku saku tentang bahaya hoax.


Buku itu akan disebarkan melalui jaringan-jaringan yang mendukung gerakan tersebut. Pengajian, arisan, sampai di pertemuan keluarga besar.


’’Sementara nanti kami titipkan ke anggota-anggota kami karena memang dananya masih terbatas,” tuturnya.  Salah seorang pengunjung yang antusias adalah Muhammad Bisri Mustafa.


Pria 23 tahun itu mengaku sering bingung dengan membanjirnya informasi yang tak jelas di internet. Menurut dia, banyak sekali konten berita tidak jelas yang berseliweran di media sosial miliknya.


’’Kadang sedih juga. Sampai bosan melihat berita nggak jelas,’’ keluhnya. Mahasiswa Universitas Airlangga itu tambah sedih melihat teman-temannya saling olok di media sosial.


Apalagi jika berlanjut sampai memutus pertemanan. Bahkan tidak saling sapa di kehidupan nyata. ’’Padahal hanya karena berbeda pandangan,’’ sesalnya.


Ririe Rachmania, pengunjung yang lain, senang masih banyak orang yang peduli akan adanya berita-berita hoax. Dia berharap kampanye itu bisa dilaksanakan dengan damai, tanpa mengganggu kenyamanan orang lain.


’’Kalau begini kan adem. Ndak perlu pakai kekerasan,” tuturnya. Pemilik toko sepatu di daerah Karah itu yakin masyarakat juga akan semakin dewasa.


Dengan begitu, masyarakat bisa bijak menentukan informasi yang bermanfaat. ’’Ya harus tambah pinter lah. Sebab, semakin banyak usaha untuk memecah belah bangsa,’’ ujarnya. (aji/c17/dos/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore