Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Desember 2016 | 21.48 WIB

Desa Pepe Kelola Dua Pasar

PEMBERDAYAAN EKONOMI: M. Syaikhul Huda (dua dari kiri) dan Yogi Yudianto (kanan) mengunjungi Pasar Griya Candramas Selasa (20/12) pagi. Saat ini Desa Pepe mengelola dua pasar sekaligus. - Image

PEMBERDAYAAN EKONOMI: M. Syaikhul Huda (dua dari kiri) dan Yogi Yudianto (kanan) mengunjungi Pasar Griya Candramas Selasa (20/12) pagi. Saat ini Desa Pepe mengelola dua pasar sekaligus.

DI antara 10 kategori penghargaan Desa Melangkah, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, masuk dua nominasi. Yakni, kategori pembangunan dan pengelolaan aset desa serta administrasi dan pelayanan publik.



Dalam pembangunan dan pengelolaan aset desa, mereka mengandalkan pengelolaan pasar desa. Pasar di RT 1, RW 1, itu dibuka 24 jam. Pedagang bebas berjualan setiap waktu.



”Kadang ada yang jual sore, pagi. Tapi, sore sepulang kerja itu paling ramai. Sehari bisa dapat Rp 400 ribu lah,” ujar salah seorang pedagang sayur Saiful Anam.



Sejak 2012, pasar yang berdiri di tanah kas desa (TKD) seluas 1 hektare itu beroperasi. Pasar tersebut menjadi jujukan belanja warga desa setempat serta warga desa sekitarnya.



Pemerintah desa juga mendirikan bangunan di sisi timur pasar khusus untuk berjualan ternak. ”Tidak setiap hari pasar ternak ada. Biasanya ramai waktu mendekati Idul Adha atau Idul Fitri,” tambah Saiful.



Bergeser ke timur lagi, pemerintah desa juga membangun lapangan futsal di atas TKD. Di sebelah lapangan futsal terdapat Perumahan Griya Candramas yang juga memiliki pasar yang masuk wilayah RW 14 .



”Pasar ini menggunakan lahan fasilitas umum perumahan, tapi kami kelola,” ujar Ketua RW 14 Yogi Yudianto. Sejak Juni 2016, pasar itu resmi dibuka dengan pengelolaan lebih rapi daripada sebelumnya.



Kebersihan dan parkir juga tertata dengan baik. Ada 54 stan pedagang di sisi utara dan 25 stan di sisi selatan.



”Sisi utara untuk dagangan basah seperti makanan dan minuman, sisi selatan untuk dagangan kering seperti pakaian dan perkakas,” kata Yudi.



Salah satu yang menarik dalam hal administrasi dan pelayanan publik adalah buku rahasia. Buku itu menyimpan data, seperti surat letter C, perdes, arsip APBDes, dan SK Kades, dengan baik.



Tidak hanya dalam bentuk fisik yang disimpan, pemerintah desa juga men-scan semua surat penting tersebut sehingga bisa diakses digital.



”Kami komputerisasi semua sejak awal saya menjabat pada 2011. Bahkan, surat pergantian RT saja kami rekap di sana dengan baik. Termasuk laporan tiap kegiatan yang ada di desa,” jelas Kepala Desa Pepe M. Syaikhul Huda.



Karena itu, Desa Pepe sering mendapat penghargaan tentang kearsipan. Penghargaan terbaru adalah harapan 1 lomba kearsipan pemerintahan desa/kelurahan yang diselenggarakan Badan Perpustakaan dan Arsip (Bapersip) Provinsi Jawa Timur.



Kades menerima penghargaan langsung dari Gubernur Jatim Soekarwo. ”Kami hari ini (Selasa, 20/12) ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukdacil) Sidoarjo Medi Yulianto tentang pelayanan dan administrasi. Kami tunjukkan itu semua,” ucap Syaikhul. (uzi/c6/dio/sep/JPG)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore