
PEMBERDAYAAN EKONOMI: M. Syaikhul Huda (dua dari kiri) dan Yogi Yudianto (kanan) mengunjungi Pasar Griya Candramas Selasa (20/12) pagi. Saat ini Desa Pepe mengelola dua pasar sekaligus.
DI antara 10 kategori penghargaan Desa Melangkah, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, masuk dua nominasi. Yakni, kategori pembangunan dan pengelolaan aset desa serta administrasi dan pelayanan publik.
Dalam pembangunan dan pengelolaan aset desa, mereka mengandalkan pengelolaan pasar desa. Pasar di RT 1, RW 1, itu dibuka 24 jam. Pedagang bebas berjualan setiap waktu.
”Kadang ada yang jual sore, pagi. Tapi, sore sepulang kerja itu paling ramai. Sehari bisa dapat Rp 400 ribu lah,” ujar salah seorang pedagang sayur Saiful Anam.
Sejak 2012, pasar yang berdiri di tanah kas desa (TKD) seluas 1 hektare itu beroperasi. Pasar tersebut menjadi jujukan belanja warga desa setempat serta warga desa sekitarnya.
Pemerintah desa juga mendirikan bangunan di sisi timur pasar khusus untuk berjualan ternak. ”Tidak setiap hari pasar ternak ada. Biasanya ramai waktu mendekati Idul Adha atau Idul Fitri,” tambah Saiful.
Bergeser ke timur lagi, pemerintah desa juga membangun lapangan futsal di atas TKD. Di sebelah lapangan futsal terdapat Perumahan Griya Candramas yang juga memiliki pasar yang masuk wilayah RW 14 .
”Pasar ini menggunakan lahan fasilitas umum perumahan, tapi kami kelola,” ujar Ketua RW 14 Yogi Yudianto. Sejak Juni 2016, pasar itu resmi dibuka dengan pengelolaan lebih rapi daripada sebelumnya.
Kebersihan dan parkir juga tertata dengan baik. Ada 54 stan pedagang di sisi utara dan 25 stan di sisi selatan.
”Sisi utara untuk dagangan basah seperti makanan dan minuman, sisi selatan untuk dagangan kering seperti pakaian dan perkakas,” kata Yudi.
Salah satu yang menarik dalam hal administrasi dan pelayanan publik adalah buku rahasia. Buku itu menyimpan data, seperti surat letter C, perdes, arsip APBDes, dan SK Kades, dengan baik.
Tidak hanya dalam bentuk fisik yang disimpan, pemerintah desa juga men-scan semua surat penting tersebut sehingga bisa diakses digital.
”Kami komputerisasi semua sejak awal saya menjabat pada 2011. Bahkan, surat pergantian RT saja kami rekap di sana dengan baik. Termasuk laporan tiap kegiatan yang ada di desa,” jelas Kepala Desa Pepe M. Syaikhul Huda.
Karena itu, Desa Pepe sering mendapat penghargaan tentang kearsipan. Penghargaan terbaru adalah harapan 1 lomba kearsipan pemerintahan desa/kelurahan yang diselenggarakan Badan Perpustakaan dan Arsip (Bapersip) Provinsi Jawa Timur.
Kades menerima penghargaan langsung dari Gubernur Jatim Soekarwo. ”Kami hari ini (Selasa, 20/12) ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukdacil) Sidoarjo Medi Yulianto tentang pelayanan dan administrasi. Kami tunjukkan itu semua,” ucap Syaikhul. (uzi/c6/dio/sep/JPG)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
