
KONEKSI EMOSI: Rucita Permatasari berkuda Kamis (1/12) bersama Bagus Indra Prasetya (kiri) dan Seno Iskandar, pemilik Emporium Horse Club.
JawaPos.com – Berkuda bisa menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan nan berkelas bagi warga metropolis. Peminatnya juga makin banyak. Tidak terkecuali perempuan.
Misalnya, yang terlihat dalam kelas berkuda di Emporium Horse Club, Surabaya, Kamis (1/12). Rucita Permatasari, 26, tampak asyik menyiapkan perlengkapan menunggangi kuda.
Dengan mengenakan baju slim fit berwarna putih, Cita memakai peralatan yang dibutuhkan. Di antaranya, helm, sarung tangan, sepatu bot khusus, dan pecut kuda.
Tidak lupa, perempuan yang akrab disapa Cita itu juga melakukan sedikit gerakan untuk meregangkan otot.
’’Sekadar pemanasan sebelum naik kuda,’’ kata perempuan yang hobi naik kuda sejak 9 tahun lalu tersebut. Menurut Cita, banyak manfaat positif yang diperolehnya.
Badan sehat. Pikiran dan mood juga lebih tenang. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk aktivitas kesehariannya.
’’Sejak rutin olahraga kuda, tingkat percaya diriku meningkat. Mood juga mudah terkontrol,’’ ungkap perempuan yang juga menekuni dunia model tersebut.
Karena itulah, Cita selalu rutin mengikuti kelas berkuda. Selain di Surabaya, dia kerap ikut kelas berkuda di Seminyak, Bali. Setidaknya, dalam seminggu, Cita mengikuti kelas sebanyak 2 kali.
Sekali berlatih, dibutuhkan waktu 45 menit. Menurut dia, berkuda juga memberikan pelajaran disiplin. Betapa tidak, orang tidak hanya melompat dan menunggangi punggung kuda.
Banyak hal yang harus diperhatikan. Peraturan dan standar naik kuda juga wajib dipatuhi. Kalau tidak, bukannya bisa terkendali, kuda malah berontak.
Kuda dan penunggangnya sebaiknya memiliki komunikasi yang baik. ’’Karena kuda dan penunggangnya itu satu paket,’’ jelasnya. Cita pun harus mengetahui karakter kudanya.
Mulai jam istirahat kuda, sifatnya, jenis kuda, hingga hal apa pun yang menjadi kebiasaannya. Kalau semua itu lulus, Cita akan bisa mengendalikan kuda dengan baik.
’’Menurutku, seperti anjing sih. Harus sering-sering diajak ngobrol. Jadi, hubungan terjalin kuat,’’ ujar perempuan kelahiran Surabaya, 24 Oktober 1990, tersebut.
Demikian pula saat Cita punya mood jelek. Kuda susah dikendalikan. Cita punya pengalaman soal itu. ’’Ia lari-lari tak terkontrol. Jadi, mood kita itu juga memberikan pengaruh,’’ jelasnya.
Sejak saat itulah, dia selalu berusaha belajar mengenal sifat kuda. Pada hari itu Cita menunggangi kuda pacu berjenis Warmbloods, kuda asal Jerman dengan kulit cokelat tua.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
