Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Desember 2016 | 06.27 WIB

Tunggangi Kuda Bikin Rileks Makanya Harus Tahu Karakter Kuda

KONEKSI EMOSI: Rucita Permatasari berkuda Kamis (1/12) bersama Bagus Indra Prasetya (kiri) dan Seno Iskandar, pemilik Emporium Horse Club. - Image

KONEKSI EMOSI: Rucita Permatasari berkuda Kamis (1/12) bersama Bagus Indra Prasetya (kiri) dan Seno Iskandar, pemilik Emporium Horse Club.

JawaPos.com – Berkuda bisa menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan nan berkelas bagi warga metropolis. Peminatnya juga makin banyak. Tidak terkecuali perempuan.



Misalnya, yang terlihat dalam kelas berkuda di Emporium Horse Club, Surabaya, Kamis (1/12). Rucita Permatasari, 26, tampak asyik menyiapkan perlengkapan menunggangi kuda.



Dengan mengenakan baju slim fit berwarna putih, Cita memakai peralatan yang dibutuhkan. Di antaranya, helm, sarung tangan, sepatu bot khusus, dan pecut kuda.



Tidak lupa, perempuan yang akrab disapa Cita itu juga melakukan sedikit gerakan untuk meregangkan otot.



’’Sekadar pemanasan sebelum naik kuda,’’ kata perempuan yang hobi naik kuda sejak 9 tahun lalu tersebut. Menurut Cita, banyak manfaat positif yang diperolehnya.



Badan sehat. Pikiran dan mood juga lebih tenang. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk aktivitas kesehariannya.



’’Sejak rutin olahraga kuda, tingkat percaya diriku meningkat. Mood juga mudah terkontrol,’’ ungkap perempuan yang juga menekuni dunia model tersebut.



Karena itulah, Cita selalu rutin mengikuti kelas berkuda. Selain di Surabaya, dia kerap ikut kelas berkuda di Seminyak, Bali. Setidaknya, dalam seminggu, Cita mengikuti kelas sebanyak 2 kali.



Sekali berlatih, dibutuhkan waktu 45 menit. Menurut dia, berkuda juga memberikan pelajaran disiplin. Betapa tidak, orang tidak hanya melompat dan menunggangi punggung kuda.



Banyak hal yang harus diperhatikan. Peraturan dan standar naik kuda juga wajib dipatuhi. Kalau tidak, bukannya bisa terkendali, kuda malah berontak.



Kuda dan penunggangnya sebaiknya memiliki komunikasi yang baik. ’’Karena kuda dan penunggangnya itu satu paket,’’ jelasnya. Cita pun harus mengetahui karakter kudanya.



Mulai jam istirahat kuda, sifatnya, jenis kuda, hingga hal apa pun yang menjadi kebiasaannya. Kalau semua itu lulus, Cita akan bisa mengendalikan kuda dengan baik.



’’Menurutku, seperti anjing sih. Harus sering-sering diajak ngobrol. Jadi, hubungan terjalin kuat,’’ ujar perempuan kelahiran Surabaya, 24 Oktober 1990, tersebut.



Demikian pula saat Cita punya mood jelek. Kuda susah dikendalikan. Cita punya pengalaman soal itu. ’’Ia lari-lari tak terkontrol. Jadi, mood kita itu juga memberikan pengaruh,’’ jelasnya.



Sejak saat itulah, dia selalu berusaha belajar mengenal sifat kuda. Pada hari itu Cita menunggangi kuda pacu berjenis Warmbloods, kuda asal Jerman dengan kulit cokelat tua.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore