
KOLABORASI CIAMIK: Indro Hardjodikoro (kanan) saat berkolaborasi dengan Putu Bram Moreno Sastrawan yang memainkan keyboard.
JawaPos.com – Keterbatasan tak mampu menjadi penghalang kreativitas.
Hal tersebut terlihat dalam kolaborasi basis jazz Indonesia Indro Hardjodikoro bersama lima siswa SMP Luar Biasa Yayasan Pendidikan Anak Buta (SMPLB YPAB), Selasa (29/11).
Permainan musik mereka menciptakan alunan musik yang merdu. Indro mengaku kagum terhadap kemampuan musik siswa SMPLB YPAB.
Ada tiga lagu yang dimainkan bersama-sama. Menurut Indro, kemampuan musik para siswa tidak kalah oleh orang normal.
”Saya justru minder main dengan mereka. Malah dengan keterbatasan, mereka dapat menjiwai setiap lagu. Saya belajar banyak,” kata pria 47 tahun tersebut.
Meski memiliki kekurangan, kata Indro, siswa berkebutuhan khusus selalu memiliki kelebihan masing-masing. Misalnya, siswa dengan keterbatasan penglihatan. Mereka memiliki indra pendengaran yang kuat.
Mereka cenderung lebih sensitif mengenali suara. Penghayatan lagu pun lebih terasa. Kondisi tersebut, lanjut dia, harus dikembangkan dengan baik. Dengan begitu, kemampuan siswa lebih terasah.
”Antara otak dan hati akan lebih sinkron untuk memainkan instrumen,” kata anggota grup musik Tohpati itu. Kalau sudah begitu, siswa disabilitas dapat lebih mudah memasuki industri musik.
Itu merupakan pengalaman Indro bermain dengan siswa disabilitas. Tanpa banyak latihan, Indro dapat mengikuti iringan musik para siswa.
Menurut dia, permainan musik siswa SMPLB YPAB dirasa mengagumkan. ”Saya bahagia sekali di sini,” ujar musisi kelahiran Jakarta, 14 Desember 1968, itu.
Penampilan kolaborasi tersebut juga membuat Indro teringat film Georgia On My Mind yang diperankan Ray Charles Robinson, musisi tunanetra asal Amerika Serikat.
”Dalam film itu, Ray dari keluarga yang miskin, tapi punya talenta yang luar biasa. Dia mampu memberikan inspirasi,” jelasnya.
Putu Bram Moreno Sastrawan, salah seorang siswa tunanetra SMPLB YPAB, mengaku senang dapat berkolaborasi dengan Indro.
”Tadi (kemarin, Red) itu Mas Indro yang katanya ganteng itu? Mainnya bagus banget,” ungkapnya. Dia mengaku kagum dengan permainan bas Indro.
Menurut dia, penghayatan lagu muncul saat memainkan What I’ve Done milik Linkin Park. Sebaliknya, Indro juga kagum dengan permainan keyboard Putu.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
