
Tentang KMP Legundi
JawaPos.com – Pengusaha angkutan barang yang memiliki rute Surabaya–Lombok mendapat fasilitas baru. Yakni, penyeberangan dari Surabaya langsung ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.
Layanan itu dibuka perdana pada Kamis (1/12). Sebelumnya, pengusaha angkutan barang menggunakan rute Banyuwangi–Bali, lalu Bali–Lombok. Dalam kondisi normal, waktu tempuh butuh tiga hari.
Perjalanan sering bertambah lama karena rute Surabaya–Banyuwangi kerap padat. Nah, saat rute baru Surabaya–Lembar beroperasi nanti, waktu tempuh menjadi lebih singkat, hanya 22 jam.
Manajer Operasional PT ASDP Cabang Surabaya Wildan Jazuli yakin jalur baru tersebut memiliki daya tarik luar biasa. Pengusaha angkutan barang akan memilih jalur pintas Surabaya–Lembar daripada jalur darat.
’’Biaya distribusi lebih hemat dibandingkan melalui darat,’’ katanya. Layanan penyeberangan Surabaya–Lembar berlangsung dua kali dalam seminggu. Yakni, dari Surabaya berangkat pada Senin dan Kamis. Lalu, dari Lombok Barat berangkat pada Rabu dan Sabtu.
Wildan mengatakan, kapal pertama berangkat pada Rabu pukul 14.00 dan diperkirakan tiba di Lombok Barat pada Kamis pukul 12.00. Kapal yang bertugas di rute itu adalah KMP Legundi.
Kapal tersebut dibuat di galangan kapal PT Dumas Tanjung Perak Shipyard pada 2014. Kapasitas tampungnya mencapai 812 orang, 26 truk kontainer ukuran 20 feet, 2 truk tronton, 37 truk medium, dan 77 kendaraan pribadi.
Meski begitu, pada pelaksanaannya nanti, PT ASDP hanya mengangkut 750 penumpang dan 142 kendaraan campuran. Wildan berharap rute baru tersebut mampu mengurangi kepadatan di dua pelabuhan.
Yakni, Banyuwangi–Bali dan sebaliknya serta Bali–Lombok dan sebaliknya. Sebab, angkutan barang akan menggunakan akses langsung dari Surabaya. ’’Perawatan jalan raya juga lebih ringan,’’ tuturnya.
Rute secara terperinci dan harga jasa layanan tersebut belum ditetapkan. Bisa jadi, dari Surabaya, kapal transit di Bali dan berlanjut ke Lombok. Namun, sangat mungkin langsung dari Surabaya ke Lembar.
Tarif juga belum ditetapkan. Semua masih menunggu keputusan Kementerian Perhubungan. Jalur Surabaya–Lembar, Lombok Barat, tidak hanya cocok untuk angkutan barang.
Rute itu juga menampilkan panorama laut yang indah. Jalur tersebut bisa menjadi rute wisata yang layak jual. Karena itu, PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak sangat antusias dengan pembukaan jalur tersebut.
Humas PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak Oscar Yogi Yustiano yakin pangsa pasar rute baru itu sangat tinggi. Bahkan, dia memprediksi rute tersebut tidak hanya menjadi jalur perdagangan.
Tapi, bisa pula menjadi jalur wisata yang diminati masyarakat asing dan domestik. ’’Banyak potensi yang bisa digali nanti,’’ ucapnya. Bertambahnya rute ke Lembar membuka peluang baru bagi pengguna jasa kepelabuhanan.
Pasar mereka semakin luas. Pengusaha tidak perlu menggunakan jalur darat. ’’Cukup dari kapal ke truk dan berlanjut ke kapal, biayanya lebih ringan,’’ ujar Ketua Gabungan Importer Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jatim Bambang Sukadi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
