Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 November 2016 | 23.19 WIB

109 Sekolah Siap Ikut UNBK, Sekolah Butuh Apresiasi

Pendaftar Sementara UNBK di Kabupaten Sidoarjo - Image

Pendaftar Sementara UNBK di Kabupaten Sidoarjo

JawaPos.com – Jumlah pendaftar penyelenggara ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Kota Delta terus bertambah. Saat ini Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo mencatat, ada 109 lembaga yang telah mendaftar untuk melaksanakan UNBK.



Angka itu bisa jadi terus bertambah. Pada 2016 pelaksana UNBK hanya 30 lembaga. Perinciannya, 21 SMK, 4 SMA, dan 5 SMP. Baik sekolah negeri maupun swasta.



Nah, pada tahun depan dispendik menargetkan, seluruh sekolah negeri bisa menjadi peserta UNBK. Namun, penyelenggara UNBK mungkin belum bisa 100 persen.



Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dispendik Sidoarjo Tirto Adi mengatakan, pendaftaran peserta UNBK dibuka sejak sebulan lalu.



’’Sebenarnya pendaftarannya sudah berakhir 25 Oktober. Data yang masuk juga sudah kami serahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jatim,” katanya.



Meski begitu, data yang diterima tersebut masih bisa berubah. Sebab, ada sebagian sekolah yang pernah menjadi peserta UNBK memilih mengundurkan diri. Salah satunya, SMPN 2 Sidoarjo.



Alasannya, sarana-prasarana (sarpras) tidak memadai. Saat menjadi pilot project UNBK, sekolah bersangkutan masih meminjam laptop dari wali murid.



’’Kami akan terus memberikan pengarahan dan sosialisasi terlebih dahulu,” ujarnya. Berdasar evaluasi UNBK tahun pelajaran 2016–2017, lanjut dia, banyak hal yang membuat sekolah dan wali murid berkeberatan.



Tirto mengatakan, capaian rata-rata UNBK lebih rendah daripada peserta unas berbasis kertas. Selain itu, tidak ada apresiasi yang diberikan pemerintah pusat kepada peserta UNBK.



Sebab, ijazah yang dikeluarkan untuk peserta UNBK maupun berbasis kertas sama persis. ’’Karena tidak ada apresiasi untuk peserta UNBK, banyak sekolah yang belum tertarik melaksanakan,” jelasnya.



Selain itu, yang menjadi pertimbangan kuat adalah hasil unas siswa SMP/MTs digunakan untuk seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA negeri.



Baik melalui jalur satuan penyelenggara pendidikan sistem kredit semester (SPP-SKS) maupun reguler. Hasil unas SMP/MTs dipakai sebagai prasyarat untuk mendaftar SPP-SKS.



Sementara itu, SMA jalur reguler menggunakan hasil unas 100 persen. ’’Hal ini menjadi pertimbangan kuat para orang tua,” ujar Tirto.



Meski begitu, lanjut Tirto, pihaknya akan terus menyosialisasikan UNBK kepada seluruh sekolah. Khususnya SMP negeri. Sebab, di antara 18 SMP yang mendaftar UNBK, hanya dua sekolah negeri yang siap menjadi peserta.



Yakni, SMPN 1 Sidoarjo dan SMPN 1 Krian. Padahal, ada enam SMP SPP-SKS di Sidoarjo. ’’Kami targetkan SMP negeri bisa ikut UNBK. Kami akan tanyakan alasan pasti ketidaksiapan sekolah menjadi penyelenggara UNBK,” katanya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore