
Pendaftar Sementara UNBK di Kabupaten Sidoarjo
JawaPos.com – Jumlah pendaftar penyelenggara ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Kota Delta terus bertambah. Saat ini Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo mencatat, ada 109 lembaga yang telah mendaftar untuk melaksanakan UNBK.
Angka itu bisa jadi terus bertambah. Pada 2016 pelaksana UNBK hanya 30 lembaga. Perinciannya, 21 SMK, 4 SMA, dan 5 SMP. Baik sekolah negeri maupun swasta.
Nah, pada tahun depan dispendik menargetkan, seluruh sekolah negeri bisa menjadi peserta UNBK. Namun, penyelenggara UNBK mungkin belum bisa 100 persen.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dispendik Sidoarjo Tirto Adi mengatakan, pendaftaran peserta UNBK dibuka sejak sebulan lalu.
’’Sebenarnya pendaftarannya sudah berakhir 25 Oktober. Data yang masuk juga sudah kami serahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jatim,” katanya.
Meski begitu, data yang diterima tersebut masih bisa berubah. Sebab, ada sebagian sekolah yang pernah menjadi peserta UNBK memilih mengundurkan diri. Salah satunya, SMPN 2 Sidoarjo.
Alasannya, sarana-prasarana (sarpras) tidak memadai. Saat menjadi pilot project UNBK, sekolah bersangkutan masih meminjam laptop dari wali murid.
’’Kami akan terus memberikan pengarahan dan sosialisasi terlebih dahulu,” ujarnya. Berdasar evaluasi UNBK tahun pelajaran 2016–2017, lanjut dia, banyak hal yang membuat sekolah dan wali murid berkeberatan.
Tirto mengatakan, capaian rata-rata UNBK lebih rendah daripada peserta unas berbasis kertas. Selain itu, tidak ada apresiasi yang diberikan pemerintah pusat kepada peserta UNBK.
Sebab, ijazah yang dikeluarkan untuk peserta UNBK maupun berbasis kertas sama persis. ’’Karena tidak ada apresiasi untuk peserta UNBK, banyak sekolah yang belum tertarik melaksanakan,” jelasnya.
Selain itu, yang menjadi pertimbangan kuat adalah hasil unas siswa SMP/MTs digunakan untuk seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA negeri.
Baik melalui jalur satuan penyelenggara pendidikan sistem kredit semester (SPP-SKS) maupun reguler. Hasil unas SMP/MTs dipakai sebagai prasyarat untuk mendaftar SPP-SKS.
Sementara itu, SMA jalur reguler menggunakan hasil unas 100 persen. ’’Hal ini menjadi pertimbangan kuat para orang tua,” ujar Tirto.
Meski begitu, lanjut Tirto, pihaknya akan terus menyosialisasikan UNBK kepada seluruh sekolah. Khususnya SMP negeri. Sebab, di antara 18 SMP yang mendaftar UNBK, hanya dua sekolah negeri yang siap menjadi peserta.
Yakni, SMPN 1 Sidoarjo dan SMPN 1 Krian. Padahal, ada enam SMP SPP-SKS di Sidoarjo. ’’Kami targetkan SMP negeri bisa ikut UNBK. Kami akan tanyakan alasan pasti ketidaksiapan sekolah menjadi penyelenggara UNBK,” katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
