
DITEMBAK: Dua di antara tiga pelaku spesialis pecah kaca dan tembak ban nasabah bank keluar dari RSUD Ibnu Sina Gresik.
JawaPos.com- Jangan macam-macam dengan anggota Satreskrim Polres Gresik. Dua lelaki berwajah sangar ditembak anak buah Kasatreskrim AKP Heru Dwi Purnomo di depan kantor BCA, Jl Dr Soetomo, Kamis (29/12). Mereka hendak merampok.
Informasinya, kantor BCA memang sedang ramai setelah libur Natal. Saat itu pukul 12.30. Sejumlah polisi tengah berjaga di pos pengamanan (pospam) Operasi Lilin Semeru 2016, tak jauh dari lokasi. Mereka menangkap gelagat mencurigakan seorang lelaki. Tampangnya khas pelaku kriminal.
”Orang itu hanya ambil nomor antrean. Melihat ada nasabah keluar, kemudian ikut keluar,” ungkap seorang polisi di lokasi kejadian.
Di halaman bank swasta itu, pelaku terlihat menelepon seseorang. ”Dua atau tiga kali keluar-masuk bank. Lalu, telepon,” imbuhnya. Setelah itu, dia pergi dengan naik sepeda motor.
Selang beberapa menit kemudian, muncul dua orang lain. Dua orang itu mengenakan baju kombinasi putih dan biru muda. Di belakangnya, ada lelaki berkaus biru celana jins. Dua orang tersebut menuju tempat parkir mobil.
Satu di antara dua orang tersebut bukan wajah asing. Dia dikenali anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Gresik sebagai penjahat. Dia pernah terlibat aksi kejahatan di Kota Giri.
Sejumlah anak buah AKP Heru Dwi Purnomo langsung tanggap dan bergerak. Polisi tidak menunggu para penjahat itu beraksi. Mereka dikepung. Para pelaku lantas digiring aparat ke tempat yang jauh dari kerumunan nasabah maupun masyarakat untuk diperiksa.
Saat itulah terjadi perlawanan. Dalam kondisi terjepit saat diinterogasi polisi, tiba-tiba mereka menyerang anak buah AKP Heru. Padahal, waktu itu, mereka baru ditanya soal identitas. Polisi tidak mau gegabah.
Menyadari berhadapan dengan pelaku kejahatan yang profesional, anggota bertindak tegas. Dua lelaki itu ditembak di kaki. Mereka tidak bisa kabur. Hanya mengerang kesakitan dan dilarikan ke IRD RSUD Ibnu Sina Gresik. Suara tembakan mengundang perhatian warga sekitar. Jalanan pun ramai.
Polisi juga menggeledah celana pelaku dan menemukan sebuah mur sepanjang 15 sentimeter. Mur tersebut diduga digunakan untuk memecahkan kaca mobil nasabah bank. Modus itu banyak terjadi dalam kasus pecah kaca dan pencurian uang nasabah.
Rupanya, pelaku lain yang masih berada di dalam bank mengetahui aksi polisi. Tahu dua teman mereka didor aparat, pelaku memilih kabur dan masuk perkampungan penduduk. Polisi bersama masyarakat lalu mengejar dan menangkapnya. Pelaku itu kemudian jadi sasaran amuk massa. Dia remuk dihajar.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos menyebutkan, pelaku itu bernama Husen, 50, asal Bojonegoro. Lalu, ada Angel alias Ajey, 35; dan Abdullah. Keduanya asal Benowo, Surabaya. Mereka sempat dirawat di rumah sakit karena terluka. (yad/c6/roz)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
