Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Desember 2016 | 01.01 WIB

Tingkatkan Suplai Jaringan Gas, Lapindo Brantas WO Sumur Wunut

Blok untuk Jaringan Gas Rumah Tangga dan Jaringan Gas Yang Terealisasi - Image

Blok untuk Jaringan Gas Rumah Tangga dan Jaringan Gas Yang Terealisasi

JawaPos.com – Enam truk kontainer melaju beriringan memecah ketenangan Desa Jiken, Tulangan, Rabu (21/12) pagi. Truk-truk itu bermuatan alat berat. Yakni, crane dan backhoe.



Beberapa truk tersebut kemudian memenuhi Sumur Wunut 16 Jiken seluas sekitar 2 hektare di RT 2, RW 2. Kedatangan alat-alat berat itu menandai peningkatan produksi atau work-over (WO) yang tengah dilakukan PT Lapindo Brantas Inc.



Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari rencana WO di Wunut 19 dan 4 yang tertunda Agustus lalu. Rencananya, PT Lapindo Brantas Inc melakukan WO selama sebulan mendatang.



Manajer Humas PT Lapindo Brantas Inc Arif Setyo Widodo mengungkapkan bahwa selama 10 hari ke depan pihaknya memasang peralatan di sekitar sumur tersebut. Mereka tengah melakukan persiapan sebelum memulai pengerjaaan.



Mulai pemeriksaan sumur sampai sumber gas. Karena itu, mereka juga mendatangkan alat khusus untuk melakukan kalibrasi ulang terhadap Sumur Wunut 16 Jiken. Setelah proses itu rampung, pihaknya akan memulai WO.



Alumnus Universitas 17 Agustus Surabaya tersebut menjelaskan bahwa kini Sumur Wunut 16 Jiken mengalami produksi gas yang minim. Nilainya kurang dari 1 Mmscfd (million standard cubic feet of gas per day) atau kurang dari 1 juta kubik per hari.



Padahal, sumur tersebut minimal memproduksi 3 juta kubik per hari. ’’Kami WO supaya bisa meningkatkan produksi,’’ kata Arif. Sejauh ini sumur tersebut belum pernah mendapat WO.



Sumur Wunut 16 Jiken berdiameter sekitar 15 sentimeter. Lapindo mengebor sumur tersebut pada 2005. Meski kandungan gas pada sumur itu semakin menipis, Arif optimistis bisa memaksimalkan kerak atau sisa-sisa gas.



Pada 2005 sebanyak 21 sumur di blok Wunut bisa mengeluarkan gas sekitar 250 juta kubik per hari. Namun, kini sumur-sumur itu hanya bisa memproduksi kurang dari 10 juta kubik.



Pria asal Mojokerto tersebut juga menuturkan bahwa upaya itu merupakan salah satu tindakan memaksimalkan program jaringan gas (jargas) di Sidoarjo.



Pihaknya menargetkan 100 ribu sambungan gas rumah. Namun, yang terealisasi sejauh ini baru 14.000 sambungan gas. Mayoritas konsumen gas tersebut terpusat di Waru. (jos/c15/dio/sep/JPG)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore