Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 November 2016 | 23.32 WIB

Napak Tilas Sekolah Bersejarah di Kota Delta (2-habis)

MODEL LAMA: Deretan bangku peninggalan Belanda di ruang kelas III SDN Bulang, Prambon. Bagian depannya terdapat lubang untuk tempat botol tinta - Image

MODEL LAMA: Deretan bangku peninggalan Belanda di ruang kelas III SDN Bulang, Prambon. Bagian depannya terdapat lubang untuk tempat botol tinta

JawaPos.com – SDN Bulang, Kecamatan Prambon. Berdiri sejak 1901. Keterangan itu tertulis pada papan yang masih terpampang jelas di dinding bagian depan gedung sekolah.



Gedung SDN Bulang sudah direnovasi beberapa kali. Namun, gaya arsitektur bangunannya tidak dihilangkan. Gaya arsitektur gedung yang memiliki enam ruang tersebut hingga kini masih begitu kental dilekati ciri khas bangunan zaman Belanda.



Misalnya, terdapat pintu yang menghubungkan kelas satu dengan kelas tetangga. Jendela ruang kelas itu juga cenderung bergaya terbuka hingga separo dinding. Ukurannya sekitar 6 x 2 meter.



Tentunya, ada pula kawat ram sebagai pembatas jendela. Akhirnya, sirkulasi udara di dalam kelas lancar.



’’Sekolah ini memiliki bangunan yang begitu khas. Pada zaman Belanda, arsitekturnya ya seperti ini,’’ jelas Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Djoko Supriyadi dalam acara menapaktilasi sekolah-sekolah bersejarah di Kota Delta pada Kamis (4/11).



Sekolah yang saat ini dipimpin Hartia tersebut termasuk salah satu sekolah tertua di Sidoarjo. Sebagaimana SDN Pucang 2 yang berdiri sejak 1901.



Pada zaman Belanda, dinding dan plafon gedung sekolah itu terbuat dari gedhek (bamboo), sedangkan alasnya semen. Kini gedung sekolah tersebut berlantai ubin. Dindingnya sudah ditembok.



Plafonnya juga diganti asbes. Dari enam kelas, tiga ruang di antaranya digunakan sebagai ruang kelas, dua ruang untuk kantor guru, dan satu ruang untuk gudang. Jumlah muridnya tahun ini mencapai 260 anak.



Salah satu peninggalan zaman belanda yang masih dapat ditemui di sekolah yang dulu disebut Hollandsch Inlandsche School (HIS) itu adalah meja belajar siswa.



Ada satu kelas yang sepenuhnya masih menggunakan meja belajar ’’antik’’ tersebut.



’’Lihat, bentuk mejanya sangat berbeda dengan meja belajar sekarang. Unik dan bersejarah,’’ kata Djoko sambil menunjuk meja-meja sepanjang 1,5 meter di ruang kelas III SDN Bulang.



Yang unik lagi, posisi meja tulis dan kursi tersebut menyatu. Selain itu, terdapat papan tempat menulis miring. Ada dua cekungan di bagian atas untuk menempatkan batu grup atau pena.



Ada pula lubang di tengah, tepat di antara dua cekungan, yang berfungsi sebagai tempat tinta. ’’Di sini masih cukup banyak. Harus dijaga,’’ ungkap Djoko.



Menurut dia, pihaknya akan terus berusaha menjaga kondisi sekolah bersejarah di Kota Delta itu. Dia berharap Sidoarjo segera memiliki peraturan daerah (perda) tentang cagar budaya.



’’Sekolah yang berusia ratusan tahun pasti tetap akan direhab. Tetapi, tidak meninggalkan ciri khas aslinya,’’ ucapnya. Renovasi terbatas tersebut harus dilakukan sekali pun tidak memenuhi standar gaya bangunan sekolah.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore