
MODEL LAMA: Deretan bangku peninggalan Belanda di ruang kelas III SDN Bulang, Prambon. Bagian depannya terdapat lubang untuk tempat botol tinta
JawaPos.com – SDN Bulang, Kecamatan Prambon. Berdiri sejak 1901. Keterangan itu tertulis pada papan yang masih terpampang jelas di dinding bagian depan gedung sekolah.
Gedung SDN Bulang sudah direnovasi beberapa kali. Namun, gaya arsitektur bangunannya tidak dihilangkan. Gaya arsitektur gedung yang memiliki enam ruang tersebut hingga kini masih begitu kental dilekati ciri khas bangunan zaman Belanda.
Misalnya, terdapat pintu yang menghubungkan kelas satu dengan kelas tetangga. Jendela ruang kelas itu juga cenderung bergaya terbuka hingga separo dinding. Ukurannya sekitar 6 x 2 meter.
Tentunya, ada pula kawat ram sebagai pembatas jendela. Akhirnya, sirkulasi udara di dalam kelas lancar.
’’Sekolah ini memiliki bangunan yang begitu khas. Pada zaman Belanda, arsitekturnya ya seperti ini,’’ jelas Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Djoko Supriyadi dalam acara menapaktilasi sekolah-sekolah bersejarah di Kota Delta pada Kamis (4/11).
Sekolah yang saat ini dipimpin Hartia tersebut termasuk salah satu sekolah tertua di Sidoarjo. Sebagaimana SDN Pucang 2 yang berdiri sejak 1901.
Pada zaman Belanda, dinding dan plafon gedung sekolah itu terbuat dari gedhek (bamboo), sedangkan alasnya semen. Kini gedung sekolah tersebut berlantai ubin. Dindingnya sudah ditembok.
Plafonnya juga diganti asbes. Dari enam kelas, tiga ruang di antaranya digunakan sebagai ruang kelas, dua ruang untuk kantor guru, dan satu ruang untuk gudang. Jumlah muridnya tahun ini mencapai 260 anak.
Salah satu peninggalan zaman belanda yang masih dapat ditemui di sekolah yang dulu disebut Hollandsch Inlandsche School (HIS) itu adalah meja belajar siswa.
Ada satu kelas yang sepenuhnya masih menggunakan meja belajar ’’antik’’ tersebut.
’’Lihat, bentuk mejanya sangat berbeda dengan meja belajar sekarang. Unik dan bersejarah,’’ kata Djoko sambil menunjuk meja-meja sepanjang 1,5 meter di ruang kelas III SDN Bulang.
Yang unik lagi, posisi meja tulis dan kursi tersebut menyatu. Selain itu, terdapat papan tempat menulis miring. Ada dua cekungan di bagian atas untuk menempatkan batu grup atau pena.
Ada pula lubang di tengah, tepat di antara dua cekungan, yang berfungsi sebagai tempat tinta. ’’Di sini masih cukup banyak. Harus dijaga,’’ ungkap Djoko.
Menurut dia, pihaknya akan terus berusaha menjaga kondisi sekolah bersejarah di Kota Delta itu. Dia berharap Sidoarjo segera memiliki peraturan daerah (perda) tentang cagar budaya.
’’Sekolah yang berusia ratusan tahun pasti tetap akan direhab. Tetapi, tidak meninggalkan ciri khas aslinya,’’ ucapnya. Renovasi terbatas tersebut harus dilakukan sekali pun tidak memenuhi standar gaya bangunan sekolah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
