
GANG JALAN PANDEAN: Di gang tersebut, ada rumah yang menjadi tempat kelahiran Soekarno pada 6 Juni 1901. Rumah berukuran 6 x 14 meter ini berdekatan dengan rumah H.O.S Tjokroaminoto. Hanya, saat ini dimiliki pihak swasta. Namun, Seokarno tidak tinggal lam
Sementara itu, kelahirannya di Jalan Pandean IV Nomor 40 tersebut dikutip dari penelitian sejarawan dari LIPI Nurinwa Ki S. Hendrowinoto.
Adrian menambahkan, ada dua bukti yang menyatakan Soekarno lahir di Surabaya. Pertama, akte kelahiran yang digunakan untuk mendaftar ke THS (nama lama ITB). Kedua, buku biografi besutan Im Yang Tjoe yang ditulis pada 1933. Pada buku berjudul Soekarno sebagai Manoesia tersebut dituliskan bahwa ayah Soekarno lantas pindah ke Surabaya setelah mempersunting Ida Ayu Nyoman Rai.
Adrian menceritakan bahwa waktu itu ayah Soekarno mengajar di sekitar Peneleh. ”Untuk menyenangkan ibunya, ayah Soekarno mencari rumah di daerah Lawang Seketeng yang banyak dihuni orang Bali,” tuturnya. Lawang Seketeng kini bernama Pandean dan Peneleh.
Setelah lahir di Surabaya, Soekarno memang pindah ke beberapa kota sebelum akhirnya kembali lagi ke Surabaya saat bersekolah di HBS. Antara lain, Tulungagung, Jombang, dan Mojokerto. ”Saat ngekos di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, orang tua Soekarno masih di Mojokerto,” ungkap Peter.
Menurut dia, Soekarno memang dikenal dengan sosok yang patut diteladani sejak kecil. Dia rajin belajar. ”Dia ingin seperti orang Belanda. Jadi, dia banyak belajar bahasa,” jelasnya. Soekarno juga suka menirukan cara berpidato H.O.S. Tjokroaminoto.
Sebelum kemerdekaan pun, Soekarno sempat kembali ke tanah kelahirannya. Setelah keluar dari penjara karena pembacaan Indonesia Menggugat, pidato pembelaan Bung Karno pada 1930, dia diundang anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) ke Surabaya untuk berorasi. ”Saat di Stasiun Gubeng itu, dia disambut ribuan warga walaupun saat itu dirinya adalah residivis yang ditakuti,” jelas Adrian. (bri/lyn/c25/jan)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
