Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Juli 2017 | 14.54 WIB

Pemerintah Janjikan Tol Surabaya-Kertosono Beroperasi Desember

PRIORITAS: Sedikitnya 28 titik penyeberangan jalan desa di sepanjang Jombang–Kertosono tertunda karena pembangunan difokuskan merampungkan jalan tol. - Image

PRIORITAS: Sedikitnya 28 titik penyeberangan jalan desa di sepanjang Jombang–Kertosono tertunda karena pembangunan difokuskan merampungkan jalan tol.


JawaPos.com – Jalan tol Surabaya–Kertosono (Suker) cukup sukses mengurai kemacetan jalur arteri pada mudik Lebaran tahun ini. Setelah tol dibuka sebagai jalan fungsional, pemprov kembali melanjutkan proyek untuk menyelesaikan sisa jalan. Ditargetkan, ruas tol itu bisa beroperasi pada Desember 2017.



Ruas yang masih fungsional pada mudik kemarin, antara lain, Sepanjang–Krian dan Jombang–Kertosono. Sedangkan ruas Waru–Sepanjang sudah dipungut biaya sementara meski nominalnya kecil. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Jatim Gatot Sulistyo Hadi menyatakan, tahun ini ruas-ruas tersebut bakal selesai 100 persen. ”Target saya akhir tahun sudah jadi tol operasional,” ungkapnya kepada Jawa Pos, Kamis (6/7).



Gatot menjelaskan, ruas tol tersebut sejatinya bisa diselesaikan sebelum Lebaran lalu. Namun, berdasar pantauannya di lapangan, ada beberapa titik yang pembangunannya agak molor. Bukan di bagian badan jalan, melainkan di penyeberangan jalan desa. ”Setidaknya ada 24 titik penyeberangan sepanjang Jombang–Kertosono yang tertunda,” paparnya.



Penyeberangan tersebut, lanjut dia, sebenarnya sudah dibangun berupa jembatan. Namun, sebagian warga memilih penyeberangan berbentuk terowongan. ”Jadi, nanti akan ada dua jenis jalan penyeberangan. Lewat atas dan bawah,” imbuh Gatot.



Sementara itu, untuk ruas Kertosono–Wilangan, Gatot menyatakan mungkin belum bisa diselesaikan akhir tahun ini. Sebab, ruas tersebut cukup panjang. Jaraknya mencapai 38,64 kilometer. ”Saya agak pesimis bisa selesai tahun ini, tapi kalau 2018 pasti selesai,” tuturnya.



Harapannya, pada mudik tahun selanjutnya, jalan tol tersebut sudah bisa dioperasikan mulai Surabaya hingga Wilangan. Dan, tidak lagi hanya satu jalur, melainkan dua jalur dengan masing-masing setidaknya dua ruas jalan.



Selain tol yang menjadi bagian trans-Jawa itu, Gatot menyatakan bahwa pemprov juga akan mengebut pembangunan tol ke arah selatan dan timur Jatim. Sebab, dari evaluasi arus mudik lalu, kemacetan parah terjadi di Purwosari. ”Macetnya sangat parah, sampai lima jam,” terangnya.



Karena akses ke selatan juga penting, DPUBM Jatim akan berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk merampungkan ruas Pandaan–Malang. ”Untuk sementara, yang operasional masih Gempol–Pandaan. Insya Allah tahun depan bisa nyambung sampai Malang,” jelasnya.



Kemudian, ruas menuju Pasuruan bakal digarap. Utamanya jalur Rembang–Pasuruan yang mencapai 13,5 kilometer. Saat ini, sebelum ada ruas tersebut, pemudik menuju arah Probolinggo harus memutar kembali lewat jalan arteri di utara. ”Selisihnya sampai 5 kilometer,” terang Gatot. (deb/c10/oni)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore