
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.
JawaPos.com - Abdul Aziz, maling motor yang ditembak mati Mayor Tunggul Waluyo, Rabu dini hari (5/7), diketahui merupakan salah satu buronan utama Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Aziz merupakan tangan kanan Sadeng, gembong pencurian mobil L 300 yang sudah ditembak mati lebih dulu, oleh Tim Puma Jatanras Polrestabes Surabaya, September tahun lalu.
Dengan tewasnya Aziz, polisi memastikan kelompok pencuri L 300 itu sudah habis tak tersisa. Meskipun demikian, Aziz bukanlah buronan utama satu-satunya yang diburu polisi. Korps berseragam cokelat di Surabaya masih mempunyai beberapa nama yang menjadi fokus perburuan.
Kepada JawaPos.com, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menegaskan, saat ini ada satu perkara yang menjadi fokus jajarannya. Yakni pembunuhan disertai perampokan toko kelontong di Kapas Krampung.
"Itu (pembunuhan Kapas Krampung, Red) adalah fokus kami. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkapnya," tegas Shinto ketika diwawancari JawaPos.com, Jumat siang (7/7).
Peristiwa yang terjadi 12 Mei 2017 itu menewaskan Hong Gun, pemilik toko sembako. Kala itu, selepas Maghrib, perampok yang diduga berjumlah empat orang merampas tas milik Lilik Suryani, istri Hong Gun. Di dalam tas tersebut, ada uang hasil penjualan toko senilai Rp 50 juta.
Saat pelaku berusaha menarik tas Lilik, Hong Gun mencoba memberi perlawanan. Salah seorang pelaku kemudian menghunuskan pisau ke perut pria berusia 42 tahun tersebut. Hong Gun tewas dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.
Perihal perburuan itu, Shinto sudah memberikan atensi. "Tim Antibandit sudah mengantongi identitasnya. Mudah-mudahan bisa terungkap secepatnya," kata Shinto.
Selain, buronan pembunuhan, ada juga beberapa jaringan curanmor yang juga masuk radar kepolisian. Mereka yang diburu ini sudah beraksi di banyak TKP. Misalnya saja sindikat curanmor pimpinan Bendot. "Pimpinannya (Bendot, red) sudah ditangkap. Tapi masih ada pelaku lain yang masuk jaringannya yang masih diburu," jelas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 tersebut.
Berdasar catatan polisi, Bendot Cs sudah beraksi di 11 TKP. Saat beraksi, kawanan ini selalu membekali diri dengan senjata tajam. Mereka tidak segan melukai pengendara motor apabila memberikan perlawanan.
Selain Bendot, ada pula jaringan Mat Tunggal. Modusnya pun sama, Mat Tunggal Cs beraksi dengan dua motor. Rata-rata, mereka beraksi tiga sampai empat orang.
"Buronan-buronan ini merupakan hasil pengembangan. Saat pimpinannya tertangkap, kami cari lagi dia terhubung dengan siapa. Dari sana kami dapat nama-nama yang menjadi atensi penangkapan selanjutnya," ucap polisi asal Medan tersebut.
Polrestabes Surabaya juga masih menyelidiki penyelundupan sepeda motor curian ke Bima, Nusa Tenggara Barat. Tiga pelaku sudah ditangkap. Kini polisi masih berusaha menyelidiki penadah motor yang ada di Bima. (did/ JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
