
Ilustrasi bullying terhadap anak
JawaPos.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan JS (8) adalah siswa SDN 16 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Belakangan ini namanya viral di media sosial (medsos) karena dianggap di-bully oleh rekannya satu kelas di sekolah. Bully itu buntut dari dia dipanggil Ahok, sehingga panggilan itu dianggap mem-bully-nya. Pemanggilan Ahok itu lantaran JS memiliki wajah mirip seperti mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Menyikapi info yang viral itu, KPAI mencari penjelasan panggilan Ahok itu ke tempatnya sekolah. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, KPAI segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk meminta klarifikasi. Kemudian, Disdik memberi data sekolah dan KPAI memutuskan untuk melakukan pengawasan langsung dengan mendatangi sekolah.
Saat itu sedang berlangsung mediasi antara orang rua korban termasuk pamannya, pihak sekolah. "Belakangan pihak Polsek setempat juga datang ke sekolah. Sayangnya saat kita tiba di sekolah, pertemuan tersebut sudah selesai dan para pihak sudah meninggalkan lokasi," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (1/11).
Retno menceritakan, menurut penjelasan pihak sekolah, JS sejak kelas 1 SD memang sudah dijuluki Ahok, namun dengan makna yang positif, sehingga kondisi tersebut memang dibiarkan oleh guru kelas dan guru agama karena anak-anak lain tidak bermaksud merundung atau mem-bully.
"Diduga hal tersebut terjadi karena JS secara fisik memang putih, sipit, dan ganteng. Saat itu, julukan Ahok dirasa positif karena pada 2015 tersebut, Pak Ahok adalah Gubenur yang banyak mendapatkan pujian," kata dia.
Namun, pasca Pilkada, panggilan Ahok terhadap korban terlontar saat dia melakukan suatu keisengan terhadap teman-temannya di kelas. Teman yang dijahili tersebut kesal. Makna sebutan Ahok yang sebelumnya positif kemudian bergeser menjadi negatif.
"Saat itulah terlontar kata dasar Ahok. KPAI menilai bahwa di sinilah letak bully tadi, dimana makna nama Ahok yang sebelumnya positif kemudian bergeser menjadi bermakna negatif," tutur Retno.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
