Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2026 | 19.03 WIB

Terlalu Sering Bermain Media Sosial? Ini Dampaknya bagi Pikiran dan Cara Mengelolanya

Ilustrasi kesehatan mental (freepik) - Image

Ilustrasi kesehatan mental (freepik)

JawaPos.com - Media sosial kini menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Platform digital tersebut memudahkan seseorang untuk berkomunikasi, mendapatkan informasi, berbagi pengalaman, hingga mencari hiburan dalam waktu singkat.

Meski membawa banyak kemudahan, penggunaan media sosial yang berlebihan juga dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang. Tanpa disadari, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain atau terus mengikuti berbagai konten dapat memengaruhi suasana hati dan cara seseorang melihat dirinya sendiri.

Sejumlah penelitian mengaitkan intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dengan meningkatnya risiko munculnya perasaan cemas, stres, tekanan sosial, hingga rasa kurang percaya diri. Hal ini dapat terjadi akibat paparan kehidupan yang tampak sempurna di dunia maya, tuntutan untuk selalu tampil menarik, maupun fenomena fear of missing out (FOMO).

Dampak tersebut dapat lebih terasa pada kelompok usia remaja dan dewasa muda yang masih berada dalam proses membangun identitas diri. Karena itu, penting untuk memahami pola penggunaan media sosial agar manfaatnya tetap dapat diperoleh tanpa mengabaikan kesehatan mental.

Dengan membangun kebiasaan digital yang lebih sehat, seseorang dapat menikmati media sosial secara lebih seimbang dan terkendali.

Dirangkum dari UCDavisHealth, berikut dampak umum media sosial terhadap kesehatan mental serta beberapa cara sederhana untuk menggunakannya dengan lebih aman.

1. Kecanduan Media Sosial dan Pelepasan Dopamin

Media sosial dirancang untuk membuat Anda betah berlama-lama. 

Setiap notifikasi, like, atau komentar memicu pelepasan dopamin di otak, zat kimia yang menimbulkan rasa senang. 

Sensasi ini membuat Anda ingin terus membuka aplikasi demi mendapatkan “pengakuan” yang serupa. Tanpa disadari, Anda bisa terjebak dalam siklus kecanduan yang melelahkan.

Namun, ketika interaksi digital tersebut tidak terjadi seperti yang Anda harapkan misalnya unggahan Anda tidak mendapatkan respons yang diinginkan hal ini bisa memicu perasaan kecewa atau tidak berharga. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore