Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Mei 2026 | 14.00 WIB

Cara Jawab Pertanyaan Ekspektasi Gaji Saat Interview, Tips Pakar: Jangan Sebut Angka!

Sejumlah pelamar kerja menjalan sesi wawancara di Kantor Walikota Jakarta Barat, Senin (27/04/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah pelamar kerja menjalan sesi wawancara di Kantor Walikota Jakarta Barat, Senin (27/04/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menghadapi pertanyaan seputar ekspektasi gaji saat wawancara kerja sering jadi momen sangat menegangkan bagi pencari kerja. Salah strategi sedikit saja bisa bikin Anda mendapat bayaran jauh di bawah standar atau kehilangan kesempatan kerja.

Untungnya, seorang pakar karier terkemuka membongkar rahasia cerdas untuk mengatasi pertanyaan jebakan ini tanpa mengorbankan nilai jual Anda.

Banyak pelamar merasa wajib menyebut angka pasti atau nominal pendapatan sebelumnya untuk terlihat jujur dan kooperatif.

Padahal, kepatuhan keliru ini kerap jadi blunder terbesar yang merugikan karier jangka panjang Anda. Membuka kartu terlalu cepat di awal sesi diskusi hanya mempersempit ruang gerak dalam proses negosiasi sesungguhnya.

Ketika Anda menyebut suatu nominal, pihak perusahaan dengan mudah mengukur batas minimal anggaran mereka merekrut Anda. Ini sangat merugikan jika anggaran mereka sebenarnya jauh lebih besar dari angka yang Anda bayangkan.

Karena itu, dibutuhkan taktik psikologis matang agar kendali permainan tetap di tangan Anda. Dilansir dari YourTango, cara terbaik menjawab pertanyaan tentang persyaratan gaji adalah dengan tidak menyebut angka pasti sama sekali.

Strategi ini adalah dengan membalikkan pertanyaan secara halus ke pihak pewawancara. Taktik ini efektif menguji transparansi perusahaan sekaligus menjaga nilai profesionalisme Anda sejak awal pertemuan.

Bahaya Fatal Menyebutkan Angka Pertama Kali

Anna Papalia, pakar karier dan penulis buku Interviewology: The New Science of Interviewing, menegaskan pentingnya menahan diri tidak menyebut nominal. Menurutnya, memberikan angka sukarela di awal wawancara kerja sangat merugikan diri sendiri.

Tindakan impulsif ini sering membuat pelamar berakhir dengan pendapatan jauh lebih kecil dari seharusnya. Misalnya, jika Anda saat ini berpenghasilan tertentu dan berharap kenaikan 10-20 persen, jangan sampaikan perbandingan itu kepada rekruter.

Menyebut riwayat gaji masa lalu hanya memberi patokan murah perusahaan untuk mengajukan penawaran terendah. Anda secara tak sadar membatasi potensi penghasilan maksimal yang bisa didapat.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore