
Sejumlah pelamar kerja menjalan sesi wawancara di Kantor Walikota Jakarta Barat, Senin (27/04/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menghadapi pertanyaan seputar ekspektasi gaji saat wawancara kerja sering jadi momen sangat menegangkan bagi pencari kerja. Salah strategi sedikit saja bisa bikin Anda mendapat bayaran jauh di bawah standar atau kehilangan kesempatan kerja.
Untungnya, seorang pakar karier terkemuka membongkar rahasia cerdas untuk mengatasi pertanyaan jebakan ini tanpa mengorbankan nilai jual Anda.
Banyak pelamar merasa wajib menyebut angka pasti atau nominal pendapatan sebelumnya untuk terlihat jujur dan kooperatif.
Padahal, kepatuhan keliru ini kerap jadi blunder terbesar yang merugikan karier jangka panjang Anda. Membuka kartu terlalu cepat di awal sesi diskusi hanya mempersempit ruang gerak dalam proses negosiasi sesungguhnya.
Ketika Anda menyebut suatu nominal, pihak perusahaan dengan mudah mengukur batas minimal anggaran mereka merekrut Anda. Ini sangat merugikan jika anggaran mereka sebenarnya jauh lebih besar dari angka yang Anda bayangkan.
Karena itu, dibutuhkan taktik psikologis matang agar kendali permainan tetap di tangan Anda. Dilansir dari YourTango, cara terbaik menjawab pertanyaan tentang persyaratan gaji adalah dengan tidak menyebut angka pasti sama sekali.
Strategi ini adalah dengan membalikkan pertanyaan secara halus ke pihak pewawancara. Taktik ini efektif menguji transparansi perusahaan sekaligus menjaga nilai profesionalisme Anda sejak awal pertemuan.
Anna Papalia, pakar karier dan penulis buku Interviewology: The New Science of Interviewing, menegaskan pentingnya menahan diri tidak menyebut nominal. Menurutnya, memberikan angka sukarela di awal wawancara kerja sangat merugikan diri sendiri.
Tindakan impulsif ini sering membuat pelamar berakhir dengan pendapatan jauh lebih kecil dari seharusnya. Misalnya, jika Anda saat ini berpenghasilan tertentu dan berharap kenaikan 10-20 persen, jangan sampaikan perbandingan itu kepada rekruter.
Menyebut riwayat gaji masa lalu hanya memberi patokan murah perusahaan untuk mengajukan penawaran terendah. Anda secara tak sadar membatasi potensi penghasilan maksimal yang bisa didapat.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
