
ilustrasi orang yang menghitung uang. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Tidak terlalu kaya, juga tidak terlalu miskin, masyarakat kelas menengah biasanya dikaitkan dengan gaji stabil, peluang pendidikan yang baik, dan jumlah konsumen terbesar.
Namun, di zaman modern, kelas ini paling terpengaruh oleh inflasi, masalah seperti biaya perumahan yang tinggi dan kondisi inflasi secara keseluruhan.
Orang kelas menengah kesulitan menabung, terutama karena gaji stagnan atau naik sangat lambat, tetapi pengeluaran terus menumpuk.
Dilansir English jagran, berikut tujuh alasan mengapa orang kelas menengah kesulitan menabung.
1. Gaya hidup meningkat seiring dengan kenaikan gaji bertahap
Gaji naik secara bertahap, tetapi pengeluaran tumbuh lebih cepat, seperti mobil, ponsel baru, atau memiliki rumah.
Terutama di dunia modern, ketika semuanya ada di ujung jari Anda, aplikasi perdagangan cepat juga menghilangkan semua kenaikan gaji tersebut.
2. Tekanan teman sebaya
Menjadi kelas menengah juga berarti aktif secara sosial, termasuk pesta, pernikahan, festival, dan menjamu tamu terjadi secara teratur.
Media sosial modern memudahkan Anda untuk melihat bagaimana orang lain hidup dan dapat memberi tekanan pada ketika Anda mulai membandingkan diri.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
