
Ilustrasi seseorang yang sering menyela pembicaraan (freepik/drobotdean)
JawaPos.com - Dalam sebuah percakapan, ada batas tipis antara menjadi pendengar aktif dan justru menjadi pengganggu.
Salah satu bentuk gangguan yang paling umum adalah interupsi—ketika seseorang memotong pembicaraan sebelum lawan bicara selesai menyampaikan maksudnya.
Hampir semua orang pernah mengalaminya, baik sebagai pihak yang menyela maupun yang disela. Sekilas, kebiasaan ini mungkin tampak sepele.
Namun jika ditelaah lebih dalam, tindakan menyela sebenarnya bisa mengungkap banyak hal tentang karakter, pola pikir, bahkan kondisi emosional seseorang.
Lantas, apa saja alasan di balik kebiasaan menyela ini? Dan apa makna tersembunyi yang bisa kita pahami dari perilaku tersebut? Berikut ulasan lengkapnya dilansir dari Global English Editing.
1. Upaya Menunjukkan Dominasi
Salah satu alasan paling umum seseorang menyela pembicaraan adalah keinginan untuk menunjukkan dominasi. Dalam konteks ini, interupsi menjadi alat untuk mengendalikan arah percakapan.
Orang dengan kecenderungan ini biasanya ingin memastikan bahwa suara merekalah yang paling didengar.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
