Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Oktober 2025 | 23.25 WIB

7 Perilaku yang Harus Dihentikan Agar Hidup Bahagia Seiring Bertambahnya Usia

Ilustrasi seseorang tersenyum lega sambil membawa secangkir teh. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang tersenyum lega sambil membawa secangkir teh. (Freepik)

JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai menyadari bahwa kebahagiaan sejati bukanlah soal pencapaian, melainkan soal kedamaian batin.

Energi yang dimiliki harus dialokasikan secara bijak, sehingga kita perlu menghilangkan beban yang tidak perlu.

Kebahagiaan bukan muncul tiba-tiba bersamaan dengan bertambahnya umur, tetapi dibangun secara bertahap melalui pilihan-pilihan yang membawa kedamaian.

Oleh karena itu, jika ingin bahagia di usia senja, ada tujuh perilaku yang sudah saatnya dilepaskan.

Melansir dari Geediting.com, mari kita telaah lebih lanjut tujuh perilaku tersebut.

1. Menyimpan Dendam yang Sudah Lama

Menyimpan dendam diibaratkan seperti meminum racun dan berharap orang lain yang sakit karenanya. Seiring waktu, kita menyadari bahwa dendam hanya menyakiti diri sendiri. Melepaskan dendam berarti memberi hadiah kedamaian untuk diri sendiri.

2. Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Selalu ada saja orang yang lebih kaya, lebih bugar, atau lebih sukses dari kita. Membandingkan diri hanya akan mencuri kedamaian dan kebanggaan yang sudah dimiliki. Fokuslah pada perjalanan hidup yang dijalani, bukan pada pencapaian orang lain.

3. Terjebak dalam Kisah Masa Lalu

Terlalu sering merenungkan atau memutar kembali kenangan pahit di masa lalu sungguh menguras energi berharga. Kita perlu energi tersebut untuk menjalani hidup di masa kini yang sebenarnya sedang terjadi. Lepaskanlah cerita lama yang sudah tidak lagi mendefinisikan diri Anda.

4. Selalu Ingin Merasa Paling Benar

Kebutuhan untuk selalu merasa benar dapat menjadi penghalang besar bagi kebahagiaan. Perilaku ini dapat merusak hubungan dan mencegah kita belajar dari perspektif orang lain. Lebih baik memilih kedamaian daripada memenangkan argumen yang tidak penting.

5. Mengejar Validasi dari Luar

Membangun kebahagiaan di atas persetujuan orang lain akan membuat Anda merasa tidak stabil. Pujian eksternal itu cepat memudar, dan Anda akan terus-menerus mencari pengakuan berikutnya. Kebahagiaan sejati ditemukan saat Anda mulai memvalidasi diri sendiri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore