
Ilustrasi pasangan yang sedang marah di rumah. (Freepik)
JawaPos.com - Mengenali kepribadian narsistik seringkali sulit karena mereka jarang mengendalikan orang lain dengan kekejaman yang terang-terangan pada awalnya.
Justru mereka sering menggunakan "kebaikan" yang terlihat murah hati, romantis, dan bahkan terasa melegakan.
Melansir dari Global English Editing, sikap ini baru akan menunjukkan tali pengikatnya di kemudian hari setelah kebaikan tersebut sudah telanjur diterima, membuat Anda merasa berterima kasih sekaligus tidak nyaman.
Memahami modus operandi ini sangat penting agar kita bisa membedakan antara kepedulian tulus dan manipulasi yang terselubung.
1. Banjir Bantuan dan Budi (dengan Daftar Tak Terlihat)
Awalnya, mereka mungkin melakukan banyak hal baik tanpa diminta, seperti membantu memperbaiki kerusakan rumah, meninjau proposal Anda, atau mengantar ke bandara dini hari.
Kebaikan ini menciptakan kesan melimpah ruah, namun sebenarnya mereka sedang mencatat semua yang dilakukan sebagai budi.
Begitu Anda mencoba menetapkan batasan yang masuk akal, mereka akan menggunakan kalimat andalan "Setelah semua yang telah saya lakukan untukmu?". Tujuan utamanya bukanlah membantu, melainkan mendapatkan pengaruh dan daya ungkit.
2. Hadiah Love-Bombing untuk Melemahkan Diskresi Anda
Hadiah besar-besaran seperti bunga di tempat kerja, perjalanan mendadak, atau perhiasan mahal diberikan dengan waktu dan skala yang sangat strategis. Pemberian hadiah love-bombing ini terjadi secara cepat terutama setelah terjadi konflik, tujuannya untuk mengacaukan sistem saraf dan menciptakan "utang" emosional. Taktik ini dirancang untuk membeli kepercayaan Anda secara cepat, bukan untuk mendapatkan persetujuan dan persahabatan sejati yang didasari ketulusan.
3. Pujian Publik yang Mengendalikan Secara Privat
Mereka akan memuji dan menyanjung Anda di depan umum, seperti di media sosial, pesta, atau rapat, yang membuat Anda merasa bangga dan diakui. Namun, di belakang layar, mereka akan memberikan kritik yang tajam seperti "Jangan membuat saya malu besok" dengan mulut yang sama. Pujian publik hanya dijadikan tameng citra demi menjaga reputasi mereka, sekaligus membuat Anda merasa sulit mengeluh tanpa terdengar seperti orang yang tidak tahu berterima kasih.
4. "Penyelamatan" dari Masalah yang Mereka Ciptakan
Orang narsisis seringkali melanggar batasan atau memancing keributan, lalu tiba-tiba muncul sebagai sosok penyelamat dengan berkata "Jangan khawatir saya akan menyelesaikannya". Anda akan merasa berterima kasih dan menganggapnya sebagai pahlawan, sehingga siklus masalah dapat berulang kembali tanpa ada penyelesaian yang tuntas. Taktik ini bertujuan menciptakan ketergantungan serta mengukuhkan cerita bahwa Anda tidak akan mampu bertahan hidup tanpa kemampuan dan peran mereka.
5. "Saya Akan Mengurus Semuanya" agar Anda Berhenti Mengurus Diri Sendiri

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
