
Ilustrasi seorang anak muda sedang berjabat tangan dengan orang yang lebih tua sambil melakukan kontak mata yang menunjukkan rasa hormat dan perhatian.(Freepik)
JawaPos.com - Generasi yang tumbuh besar pada era 1960-an dan 1970-an dibekali seperangkat aturan rasa hormat tak terucapkan. Prinsip ini membentuk cara mereka berinteraksi dengan orang lain, termasuk kepada orang asing. Nilai-nilai ini bukan tentang formalitas kaku.
Melansir dari Geediting.com, aturan-aturan ini lebih berfokus pada martabat, kepedulian, dan kesadaran bahwa orang lain itu ada. Kebiasaan ini telah mendarah daging bagi mereka dan tetap relevan hingga saat ini. Mari kita cermati sepuluh aturan tentang penghormatan tersebut.
1. Menyapa Terlebih Dahulu Sebelum Meminta
Mereka diajarkan untuk mengucapkan salam sebelum menyampaikan permintaan atau memulai percakapan. Anda harus menyapa resepsionis atau kasir terlebih dahulu sebelum menanyakan apa pun. Ini adalah sinyal halus yang menunjukkan "Aku melihatmu" kepada orang lain.
2. Kontak Mata dan Penggunaan Nama
Melakukan kontak mata menunjukkan kepedulian Anda terhadap lawan bicara. Mereka juga diajari bahwa menggunakan nama mengubah transaksi menjadi sebuah percakapan. Frasa "Lihat aku saat aku berbicara" sering diterapkan untuk mengajarkan hal ini.
3. Berbagi Ruang Seolah Orang Lain Ada
Aturan ini mengajarkan kesadaran akan lingkungan dan orang di sekeliling. Misalnya, menggunakan "suara perpustakaan" atau tidak memotong antrean. Ini juga berlaku untuk hal kecil seperti mengembalikan troli belanja ke tempatnya semula.
4. Memperoleh Kepercayaan dengan Cara Sederhana
Kepercayaan dibangun melalui hal-hal kecil, membosankan, dan berkelanjutan. Ini tentang menunjukkan keandalan dan ketegasan dalam tindakan sehari-hari. Aturan ini tidak membutuhkan imbalan atau pengakuan dari siapa pun.
5. Jangan Biarkan Orang Tua Meminta Kesopanan Anda
Anda harus secara otomatis menunjukkan sopan santun kepada orang yang lebih tua tanpa perlu diminta. Ini mencerminkan sikap menghargai mereka yang telah lebih dulu melewati perjalanan hidup ini. Rasa hormat tidak berarti selalu setuju, melainkan menghargai pengalaman.
6. Menjaga Batas dalam Perdebatan
Aturan ini menegaskan Anda tidak boleh merendahkan martabat orang lain saat berdebat. Jangan melibatkan pihak ketiga seperti pasangan atau membocorkan cerita pribadi yang sensitif. Berdebat tanpa merendahkan adalah hadiah terbaik untuk generasi berikutnya.
7. Mengendalikan Bahasa di Ruang Publik

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
