Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 19.50 WIB

7 Fakta Penting Tabir Surya yang Bisa Membawa Perlindungan Kulit Lebih Efektif Setiap Hari

Ilustrasi menggunakan tabir surya (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Tabir surya berperan penting menjaga kulit dari risiko kanker dan penuaan akibat sinar UV. Inovasi baru diharapkan memberi perlindungan lebih efektif serta tekstur yang nyaman dipakai sehari-hari.

Tabir surya ialah produk perlindungan kulit yang bekerja dengan menyerap, memantulkan, atau menyebarkan sinar ultraviolet agar tidak merusak sel kulit. Fungsinya bukan hanya mencegah sunburn, tetapi juga mengurangi risiko kanker kulit jangka panjang.

Carl D'Ruiz, kepala advokasi sains di DSM-Firmenich Amerika Utara, menyebut regulasi lama di AS menghambat inovasi bahan tabir surya baru sejak 1999. Dr. Caroline Robinson, dokter kulit asal Chicago, menambahkan bahwa formula baru dapat meningkatkan kenyamanan pemakaian sekaligus mendorong penggunaan konsisten.

Pemahaman mengenai kualitas tabir surya sangat krusial karena kasus kanker kulit terus meningkat di seluruh dunia. Regulasi dan inovasi filter UV terbaru berpotensi membawa dampak positif besar pada kesehatan masyarakat.

Baca Juga: 7 Cara Tak Terduga Menata Kemeja Oversize agar Terlihat Rapi, Modis, dan Cocok Dipakai Sehari-hari

Berikut 7 fakta penting tabir surya yang bisa membawa perlindungan kulit lebih efektif setiap hari dilansir dari laman Refinery, Sabtu (13/9):

1. Regulasi Lama Menghambat Inovasi

Sejak 1999, AS belum menambahkan bahan aktif baru dalam tabir surya. Sementara itu, Asia dan Eropa sudah menggunakan puluhan filter modern.

Perbedaan regulasi ini membuat produk di AS tertinggal dibanding negara lain. Inovasi yang tertunda berdampak pada konsumen yang membutuhkan pilihan lebih luas.

Gunakan tabir surya minimal SPF 30 setiap hari. Aplikasikan kembali tiap 2 jam ketika berada di luar ruangan.

2. Biaya Uji Coba Sangat Tinggi

Persetujuan FDA mengharuskan uji klinis pada manusia dan hewan. Biaya dapat mencapai jutaan dolar, contohnya $9 juta (sekitar Rp 136 miliar) untuk pengujian PARSOL Shield sejak 2018.

Perusahaan kecil kesulitan menanggung beban biaya ini. Akibatnya, hanya produsen besar yang berpeluang meloloskan bahan baru.

Pilih tabir surya dari merek terpercaya. Cari informasi transparansi uji klinis sebelum membeli produk.

3. Filter Baru Lebih Ramah Kulit

Filter seperti bemotrizinol menawarkan tekstur lebih ringan dan nyaman dipakai. Produk dengan filter ini cenderung tidak lengket dan minim white cast.

Formulasi semacam ini membuat penggunaan harian terasa lebih praktis. Semakin nyaman produk dipakai, semakin tinggi tingkat kepatuhan konsumen.
 
Cari label "broad spectrum" untuk perlindungan UVA dan UVB. Pilih formula gel atau cair bila kulit terasa cepat berminyak.

4. Perlindungan Ekstra dari Cahaya Tampak

Penelitian terbaru menunjukkan cahaya tampak juga bisa merusak kulit. Filter baru dirancang melindungi tidak hanya dari UV, tetapi juga dari cahaya tampak.

Perlindungan tambahan ini bermanfaat untuk semua warna kulit, termasuk kulit lebih gelap. Inklusivitas uji coba menjadi kunci efektivitasnya.

Gunakan tabir surya dengan kandungan antioksidan. Tambahkan topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.

5. Dampak Ekologi Jadi Sorotan

Beberapa filter lama terbukti merusak terumbu karang. Hawaii bahkan melarang dua bahan populer untuk melindungi lingkungan laut.

Filter generasi baru berpotensi lebih ramah ekosistem. Kesadaran ini membuat produsen mulai berinovasi menuju formula berkelanjutan.

Pilih tabir surya berlabel "reef safe." Gunakan pakaian pelindung ketika berenang untuk mengurangi penggunaan produk berlebihan.

6. Kesadaran Generasi Z Meningkat

Generasi Z aktif membahas tabir surya di media sosial. Banyak merek kecantikan memodifikasi formula agar sesuai tren global.

Semakin besar sorotan publik, semakin cepat produsen beradaptasi. Tekanan konsumen membantu mendorong perubahan regulasi.

Ikuti informasi edukatif dari dermatolog di platform terpercaya. Jangan mudah terpengaruh tren berbahaya seperti tanning bed.

7. Penggunaan Konsisten adalah Kunci

Ahli dermatologi sepakat, tabir surya terbaik adalah yang rutin digunakan. Filter baru memang memberi kenyamanan lebih, tetapi efektivitas tetap bergantung pada kepatuhan pemakaian.

Mengkombinasikan tabir surya dengan perlindungan fisik meningkatkan efektivitasnya. Dengan kebiasaan ini, risiko kanker kulit dapat ditekan.

Gunakan kembali tabir surya setiap 2 jam saat di luar. Simpan produk di tempat sejuk agar kualitas tetap terjaga.

Perlindungan kulit akan semakin efektif jika inovasi filter UV baru segera hadir. Gunakan tabir surya setiap hari sambil menantikan regulasi baru yang memungkinkan formula lebih canggih masuk pasar.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore