Ilustrasi wanita yang bermain handphone sebelum tidur. (Pexels)
JawaPos.com – Pernah merasa leher sudah ngos-ngosan, mata terasa berat, namun tetap susah tidur karena kamu memilih terus-santuy scroll ponsel, nonton, atau main medsos?
Tenang, kamu tidak sendirian.
Ada istilah keren untuk itu. Sebut saja Revenge Bedtime Procrastination, yaitu fenomena di mana seseorang dengan sengaja menunda tidur demi ‘me time’ sebagai ‘balas dendam’ atas hari yang padat dan minim ruang pribadi.
Apa Itu Revenge Bedtime Procrastination?
Psychology Today menyebut istilah ini berasal dari kata ‘bedtime procrastination’, yaitu kebiasaan menunda tidur tanpa alasan objektif.
Adopsi kata ‘revenge’ muncul di Tiongkok, menggambarkan situasi di mana seseorang bekerja sangat keras sehingga pulang malam, lalu begadang untuk mengklaim waktu luangnya kembali.
Istilah ini viral setelah dijelaskan oleh jurnalis Daphne K. Lee melalui media sosial.
Sleep Foundation menjelaskan bahwa orang yang melakukan ini sadar bahwa mereka kelelahan, namun tetap menunda tidur karena merasa tidak punya kendali atas hari mereka.
Dalam sekejap, ekstra waktu itu terasa berharga walau di sisi lain, tubuh menanggung konsekuensinya.
Kenapa Kamu Melakukannya?
Fenomena ini bukan sekadar keinginan menunda aktivitas di kasur.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
