
Ilustrasi cemas dan ketakutan (Freepik)
JawaPos.com – Ketakutan menghadapi kegagalan merupakan salah satu hambatan terbesar dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang merasa cemas ketika dihadapkan pada risiko tidak berhasil, baik di bidang akademik, pekerjaan, maupun hubungan sosial. Kondisi ini tidak sekadar rasa khawatir biasa, tetapi juga terkait erat dengan aspek psikologis yang memengaruhi perilaku dan kualitas hidup seseorang.
Menurut American Psychological Association (APA), fear of failure adalah respons emosional yang muncul ketika seseorang memprediksi konsekuensi negatif dari kegagalan. Perasaan ini bisa berupa rasa malu, ditolak, kehilangan status sosial, hingga penurunan harga diri. Jika dibiarkan, ketakutan ini dapat menahan seseorang dari mengambil langkah penting dalam hidup.
Apa itu ketakutan menghadapi kegagalan?
Dikutip dari Psychology Today (2023), ketakutan menghadapi kegagalan bukan hanya rasa takut tidak berhasil, tetapi juga perasaan menghindari tantangan untuk melindungi diri dari kemungkinan sakit hati atau rasa malu. Seseorang bisa terlihat perfeksionis, enggan mencoba hal baru, bahkan menunda pekerjaan karena takut hasilnya tidak sempurna.
Sementara itu, laporan dari Verywell Mind (2022) menekankan bahwa kondisi ini kerap dialami orang dengan pola pikir fixed mindset—yaitu keyakinan bahwa kemampuan tidak bisa berkembang. Mereka menganggap kegagalan sebagai bukti ketidakmampuan diri, bukan sebagai kesempatan belajar.
Siapa yang rentan mengalaminya?
Ketakutan menghadapi kegagalan dapat dialami siapa saja. Namun, penelitian dalam Journal of Psychology and Behavioral Science (2020) menunjukkan bahwa pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda lebih rentan mengalaminya karena tekanan akademik maupun persaingan kerja.
Selain itu, faktor pola asuh juga berperan. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang sering mengkritik atau terlalu menekankan prestasi cenderung memiliki rasa takut gagal yang tinggi. Mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa nilai diri ditentukan oleh pencapaian semata.
Mengapa ketakutan ini berbahaya?
Menurut South African College of Applied Psychology (2023), ketakutan gagal berdampak luas pada kesehatan mental. Individu yang mengalaminya sering merasa stres, cemas, dan tidak bahagia. Mereka juga berisiko mengalami self-sabotage, yaitu perilaku yang secara tidak sadar merusak peluang sukses, misalnya dengan menunda pekerjaan penting.
Artikel dari Psychology Today juga menegaskan bahwa rasa takut gagal membuat seseorang kehilangan peluang berharga. Bukannya berfokus pada proses, mereka justru lebih sibuk menghindari risiko. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu depresi ringan hingga perasaan hidup tanpa arah.
Bagaimana cara mengatasinya?
Psikolog merekomendasikan beberapa langkah untuk mengurangi ketakutan menghadapi kegagalan.
Ubah cara pandang tentang kegagalan.
Menurut Verywell Mind, kegagalan sebaiknya dipandang sebagai pengalaman belajar. Alih-alih menilai hasil akhir, fokuslah pada proses dan perkembangan diri.
Latih self-compassion.
Riset dari APA Dictionary of Psychology menunjukkan bahwa individu yang lebih mampu menerima kelemahan diri cenderung lebih tangguh menghadapi kegagalan.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
