Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 01.47 WIB

Naik Gaji Tapi Tetap Bokek? Hindari 11 Kalimat Ini yang Diam-diam Bikin Kamu Susah Kaya Seumur Hidup

Ilustrasi perempuan yang tampak cemas saat melihat saldo rekeningnya usai belanja impulsif demi alasan “self-reward”. (Your Tango) - Image

Ilustrasi perempuan yang tampak cemas saat melihat saldo rekeningnya usai belanja impulsif demi alasan “self-reward”. (Your Tango)

JawaPos.com – Tak peduli seberapa besar gaji yang diterima, ada orang-orang yang selalu merasa uangnya tak pernah cukup. Bukan karena nasib buruk atau sistem yang menindas, tapi karena satu hal sederhana yang kerap diabaikan: cara mereka berbicara tentang uang. 

Tanpa sadar, kalimat-kalimat yang diucapkan sehari-hari bisa mencerminkan pola pikir yang merusak stabilitas keuangan.

Kalimat seperti “nanti juga diganti” terdengar sepele, bahkan sering dibungkus dengan alasan self-care atau hidup spontan. Padahal, justru dari situlah kebiasaan boros mengakar dan membuat seseorang terjebak dalam siklus finansial yang stagnan.

Banyak orang mengira masalah keuangan hanya soal angka. Padahal, bahasa yang digunakan untuk membenarkan keputusan finansial bisa jadi cerminan dari ketidakmampuan mengelola emosi, keinginan instan, atau bahkan kecemasan yang tak tersadari. 

Dilansir dari Your Tango, Minggu (3/8/2025), berikut ini sebelas kalimat yang sering diucapkan oleh mereka yang selalu kesulitan keuangan, apa pun jumlah penghasilannya.

1. “Aku pantas mendapatkan self-reward ini”

Kalimat ini sering dijadikan pembenaran untuk belanja impulsif. Alih-alih mencari kenyamanan lewat cara yang sehat, orang-orang yang menggunakan alasan ini justru menggantinya dengan kepuasan instan. 

Hadiah untuk diri sendiri memang penting, tapi jika selalu dijadikan alasan untuk boros, maka self-reward justru berubah menjadi self-sabotage.

2. “Nanti juga aku pikirin soal itu”

Menghindari masalah bukanlah solusi, apalagi soal keuangan. Orang yang berkata seperti ini biasanya enggan menghadapi kenyataan bahwa keuangannya sedang tidak stabil. Akibatnya, mereka menunda membuat keputusan penting seperti menabung atau membayar utang—dan ujungnya menumpuk masalah.

3. “Tenang, sebentar lagi gajian”

Kalimat ini jadi andalan saat dompet mulai menipis. Tapi sering kali, saat gaji datang, uang sudah habis untuk menutup hutang atau kartu kredit. Ini menciptakan siklus “gali lubang tutup lubang” yang sulit diputus jika terus dibenarkan dengan alasan “gajian sebentar lagi”.

4. “Aku enggak mau mikirin itu sekarang”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore