
Ilustrasi doomscrolling (Freepik)
JawaPos.com - Tanpa disadari, Anda mungkin menghabiskan waktu berjam-jam menggulir layar ponsel hanya untuk membaca berita buruk, menonton konten menyedihkan, atau sekadar mencari pelarian dari rutinitas.
Kebiasaan ini dikenal sebagai doomscrolling
Doomscrolling bukan hanya soal membaca berita negatif. Ini tentang bagaimana Anda menenggelamkan diri dalam arus informasi yang terus menerus tanpa kontrol, hingga akhirnya merasa cemas, lelah, dan kehilangan semangat.
Dunia digital yang menawarkan hiburan tak terbatas, ternyata bisa menjadi pemicu kelelahan emosional dan keterputusan dari realitas.
Artikel ini akan membahas tuntas apa itu doomscrolling, mengapa kita melakukannya, apa saja dampak yang ditimbulkan, dan bagaimana cara menghentikannya secara efektif yang tela dirangkum dari University of Colorado Denver pada Selasa (22/07).
Jika Anda merasa hidup makin tak terarah, barangkali sudah saatnya mengevaluasi bagaimana Anda menggunakan waktu di depan layar.
Doomscrolling adalah kebiasaan mengakses dan membaca konten negatif secara terus-menerus, baik melalui berita, media sosial, maupun video pendek.
Kebiasaan ini sering kali terjadi tanpa sadar, terutama saat seseorang merasa bosan, tertekan, atau sedang ingin melarikan diri dari kenyataan.
Karena sifat kontennya yang adiktif, doomscrolling sulit dihentikan begitu dimulai.
Fenomena ini diperkuat oleh fitur infinite scroll di berbagai platform digital yang dirancang untuk membuat Anda terus tertarik dan berlama-lama.
Sekilas, ini tampak seperti pengisi waktu yang tidak berbahaya, tetapi dampaknya bisa cukup dalam.
Otak terus-menerus menerima stimulus negatif tanpa jeda, sehingga memicu perasaan cemas, lelah, dan kehilangan arah.
Anda mungkin mulai doomscrolling dengan alasan ringan seperti mencari informasi, menghibur diri, atau mengisi waktu luang.
Namun tanpa disadari, ini bisa berkembang menjadi kebiasaan destruktif yang merusak suasana hati, mengganggu produktivitas, bahkan memicu gangguan mental dalam jangka panjang.
Doomscrolling memiliki dampak psikologis yang signifikan.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
