Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Maret 2025 | 05.05 WIB

Hati-hati Tertipu! 7 Tanda Seseorang Hanya Berpura-Pura Menjadi Orang Baik, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang jago berpura-pura jadi orang baik. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang jago berpura-pura jadi orang baik. (Freepik)

JawaPos.com - Tidak semua orang yang terlihat baik, jujur, dan dapat dipercaya benar-benar memiliki hati yang tulus. Beberapa orang hanya berpura-pura menjadi orang baik demi keuntungan pribadi.

Mereka pandai berkata-kata, melakukan hal-hal kecil yang tampak baik, dan menciptakan citra positif untuk menarik kepercayaan orang lain. Namun, psikologi mengungkap bahwa ada tanda-tanda tertentu yang bisa menunjukkan apakah seseorang benar-benar baik atau hanya sekadar berpura-pura.

Dilansir dari laman Geediting, Senin (03/3), berikut adalah tujuh tanda seseorang hanya berpura-pura menjadi orang baik menurut psikologi:

1. Mereka Bersikap Baik Hanya Ketika Butuh Sesuatu

Orang yang benar-benar baik akan bersikap ramah dan peduli tanpa memandang situasi. Namun, jika seseorang hanya bersikap baik ketika mereka menginginkan sesuatu dari Anda, itu pertanda bahwa kebaikan mereka tidak tulus.

Coba perhatikan, apakah mereka hanya menghubungi Anda ketika membutuhkan bantuan? Apakah mereka tiba-tiba menjadi sangat ramah saat ingin meminta sesuatu? Jika ya, kemungkinan besar mereka hanya menggunakan kebaikan sebagai alat untuk memanipulasi orang lain demi keuntungan pribadi.

Psikologi menyebut ini sebagai bentuk transactional relationship—di mana seseorang hanya baik jika ada timbal balik yang menguntungkan mereka.

2. Mereka Tidak Pernah Mengakui Kesalahan

Salah satu tanda terbesar seseorang hanya berpura-pura baik adalah bagaimana mereka menangani kesalahan.

Orang yang benar-benar baik akan mengakui kesalahan, meminta maaf dengan tulus, dan berusaha memperbaikinya. Namun, seseorang yang hanya berpura-pura akan selalu mencari cara untuk menghindari tanggung jawab.

Mereka mungkin menyalahkan orang lain, memutarbalikkan fakta, atau bahkan mengarang alasan untuk melindungi diri sendiri. Jika seseorang selalu punya alasan untuk setiap kesalahan yang mereka buat, itu tanda jelas bahwa mereka tidak setulus yang terlihat.

3. Kebaikan Mereka Hilang Saat Tidak Ada yang Melihat

Baca Juga: Vinicius Junior Berharap Segera Perbarui Kontrak Real Madrid, meski Ada Tawaran dari Arab Saudi

Beberapa orang bersikap sangat ramah dan dermawan di depan umum, tetapi berubah menjadi pribadi yang berbeda saat tidak ada yang memperhatikan.

Fenomena ini disebut audience effect, di mana seseorang cenderung bersikap lebih baik saat mereka tahu sedang diamati. Jika seseorang hanya menunjukkan sikap baik saat ada orang lain yang melihat, kemungkinan besar kebaikan mereka hanyalah pencitraan.

Orang yang benar-benar baik akan tetap menunjukkan sikap positif tanpa perlu mendapatkan pengakuan atau pujian dari orang lain.

4. Mereka Memberi dengan Mengharapkan Balasan

Kebaikan sejati datang tanpa syarat, tetapi seseorang yang berpura-pura baik biasanya memberi sesuatu dengan harapan mendapatkan imbalan.

Mereka mungkin sering menawarkan bantuan, hadiah, atau pujian, tetapi nantinya akan mengingatkan Anda tentang hal itu dan membuat Anda merasa berkewajiban untuk membalasnya. Jika Anda tidak menuruti keinginan mereka, mereka mungkin akan merasa tersinggung atau bahkan membuat Anda merasa bersalah.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore