Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Februari 2025 | 20.18 WIB

8 Tanda Perempuan yang Tahu Nilai Dirinya dan Tidak Terpengaruh Judgement Orang

Ilustrasi perempuan berkelas. (Freepik) - Image

Ilustrasi perempuan berkelas. (Freepik)

JawaPos.com - Beberapa perempuan bisa masuk ke ruangan dan langsung memancarkan kepercayaan diri. Mereka tidak butuh persetujuan orang lain, tidak meragukan diri sendiri, dan yang pasti, tidak merasa perlu meminta maaf atas siapa mereka sebenarnya.
 
Apa rahasianya? Mereka tahu nilai diri mereka. Bukan dengan cara sombong, tapi dengan sikap yang menunjukkan bahwa mereka menghargai diri sendiri dan mengharapkan perlakuan yang sama dari orang lain.
 
Dalam psikologi, harga diri punya peran besar dalam hidup kita—mulai dari cara menetapkan batasan hingga bagaimana kita merespons kritik. 
 
Perempuan yang benar-benar menghargai dirinya sendiri menunjukkan hal itu dalam setiap tindakan mereka, baik yang kecil maupun besar.
 
 
Inilah 8 tanda perempuan yang sadar akan nilai dirinya dan tidak pernah meminta maaf untuk itu, dikutip dari News Reports, Jumat (28/2).
 
1. Dia Punya Batasan yang Jelas dan Tidak Gampang Dilanggar
 
Perempuan yang menghargai dirinya tidak hanya sekadar berkata tentang batasan—dia benar-benar menjaganya.
 
Dia paham bahwa melindungi waktu, energi, dan kesejahteraan emosionalnya itu penting, bukan egois. Karena itu, dia tidak merasa bersalah saat harus berkata “tidak” pada sesuatu yang tidak sesuai dengan prioritasnya.
 
Seperti yang dikatakan psikolog Brené Brown, “Menetapkan batasan adalah tindakan mencintai diri sendiri, meskipun itu berisiko mengecewakan orang lain.”
 
Orang yang tidak menghormati batasannya tidak akan bertahan lama dalam hidupnya. Dan mereka yang menghormatinya tahu persis di mana posisi mereka dalam hubungannya.
 
2. Dia Tidak Butuh Validasi dari Orang Lain
 
Dulu, saya sering merasa ragu dalam mengambil keputusan. Saya akan meminta pendapat dari banyak orang sebelum akhirnya memutuskan sesuatu—padahal jauh di dalam hati, saya sebenarnya sudah tahu apa yang saya inginkan.
 
Namun, semakin lama saya sadar bahwa satu-satunya validasi yang benar-benar saya butuhkan adalah dari diri saya sendiri.
 
Psikolog Carl Rogers pernah berkata, “Apa yang saya miliki sudah cukup baik jika saya mau menerimanya secara terbuka.” Dan perempuan yang tahu nilai dirinya memahami hal ini dengan baik.
 
Sekarang, saya lebih percaya pada intuisi saya sendiri. Dan jujur saja, rasanya jauh lebih melegakan!
 
3. Dia Tidak Ragu Meninggalkan Hal yang Tidak Lagi Sejalan Dengannya
 
 
Meninggalkan sesuatu memang tidak mudah. Saya pernah bertahan dalam pertemanan, pekerjaan, dan hubungan yang sudah tidak lagi membuat saya berkembang. Saya meyakinkan diri bahwa saya hanya sedang setia atau bahwa keadaan akan membaik.
 
Namun, kenyataannya? Saya hanya takut. Takut menghadapi ketidakpastian, takut kehilangan sesuatu yang sudah nyaman, dan takut untuk menempatkan diri saya sebagai prioritas.
 
Sampai akhirnya saya sadar: bertahan dalam situasi yang membuat saya merasa kecil bukanlah kesetiaan, melainkan pengkhianatan terhadap diri sendiri.
 
Seperti kata psikolog Abraham Maslow, “Di setiap momen, kita punya dua pilihan: melangkah maju menuju pertumbuhan atau mundur ke dalam zona nyaman.” Perempuan yang tahu nilai dirinya selalu memilih untuk bertumbuh, meskipun itu sulit.
 
4. Dia Tidak Merendahkan Diri Demi Membuat Orang Lain Nyaman
 
Dulu, saya sering meremehkan pencapaian saya sendiri. Setiap kali menerima pujian, saya akan mengabaikannya atau berkata, “Ah, itu bukan apa-apa.” Saya takut terlihat sombong atau membuat orang lain merasa kurang nyaman.
 
Namun, satu hal yang saya pelajari: meredupkan cahaya diri sendiri tidak akan membuat orang lain bersinar lebih terang.
 
Perempuan yang sadar akan nilai dirinya tidak merasa perlu mengecilkan dirinya hanya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sekarang, saat ada yang mengakui kerja keras saya, saya cukup berkata, “Terima kasih.” Tanpa merendahkan diri. Tanpa menutupi kelebihan saya.
 
5. Dia Tidak Takut Jika Ada yang Tidak Menyukainya
 
Mungkin terdengar aneh, tapi perempuan yang benar-benar menghargai dirinya sendiri tidak berusaha agar disukai semua orang.
 
Dulu, saya menghabiskan begitu banyak energi agar bisa diterima oleh semua orang, berusaha agar tidak menyinggung atau mengecewakan siapa pun. Tapi tak peduli seberapa keras saya mencoba, tetap saja ada yang tidak menyukai saya.
 
Saat itu, saya sadar bahwa berusaha menyenangkan semua orang hanyalah usaha yang sia-sia. Seperti yang dikatakan psikolog Carl Jung, “Hak istimewa terbesar dalam hidup adalah menjadi diri sendiri.”
 
Sekarang, jika ada yang tidak menyukai saya karena saya menjadi diri sendiri, tidak masalah. Yang penting, orang-orang yang menghormati dan menerima saya apa adanya tetap ada di sisi saya.
 
6. Dia Bertanggung Jawab atas Hidupnya
 
 
Perempuan yang tahu harga dirinya tidak memainkan peran sebagai korban. Dia tidak menyalahkan orang lain atas situasinya atau menunggu seseorang datang untuk “menyelamatkan” hidupnya.
 
Sebaliknya, dia bertanggung jawab penuh—atas pilihannya, kebahagiaannya, dan masa depannya.
 
Seperti kata psikolog William James, “Penemuan terbesar dalam hidup adalah bahwa manusia bisa mengubah hidupnya dengan mengubah cara berpikirnya.”
 
Perempuan yang sadar akan nilai dirinya paham bahwa meskipun dia tidak bisa mengontrol semua hal dalam hidupnya, dia bisa mengontrol bagaimana dia meresponsnya. Dan itulah yang membuat perbedaan besar.
 
7. Dia Tidak Pernah Mau Menerima yang Lebih Rendah dari yang Dia Pantas Dapatkan
 
Saya pernah meyakinkan diri bahwa “cukup baik” sudah cukup.
 
Saya bertahan di pekerjaan yang membuat saya stres, tapi setidaknya saya mendapat gaji. Saya tetap dalam hubungan yang tidak membuat saya bahagia, tapi setidaknya saya tidak sendirian. Saya pikir, menginginkan lebih berarti saya serakah.
 
Namun, pada akhirnya saya sadar: saya hanya takut. Takut melepaskan sesuatu yang sudah ada, karena khawatir tidak akan menemukan sesuatu yang lebih baik.
 
Seperti yang dikatakan Tony Robbins, “Kualitas hidupmu adalah cerminan langsung dari standar yang kamu tetapkan untuk dirimu sendiri.”
 
Perempuan yang tahu nilai dirinya menetapkan standar yang tinggi—bukan karena merasa berhak atas segalanya, tetapi karena dia tahu dia pantas mendapatkan yang terbaik.
 
Sekarang, saya tidak lagi mau berkompromi dalam cinta, pekerjaan, atau cara orang memperlakukan saya. Bukan karena sombong, tapi karena saya menghargai diri saya sendiri.
 
8. Dia Melihat Kegagalan sebagai Bagian dari Proses
 
 
Dulu, saya takut gagal. Saya menghindari risiko, bermain aman, dan tetap berada di zona nyaman. Saya berpikir bahwa kegagalan berarti saya tidak cukup baik.
 
Tapi kenyataannya? Kegagalan bukanlah kebalikan dari kesuksesan—melainkan bagian dari proses menuju kesuksesan.
 
Seperti yang dikatakan psikolog Carol Dweck, “Menjadi adalah proses yang lebih baik daripada sekadar ada.” Perempuan yang tahu nilai dirinya memahami bahwa kegagalan tidak mendefinisikannya—kegagalan justru mengajarkannya sesuatu.
 
Sekarang, saya melihat kegagalan sebagai bukti bahwa saya berusaha. Karena kegagalan terbesar bukanlah mencoba dan gagal, tetapi tidak mencoba sama sekali.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore