Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Februari 2025 | 19.08 WIB

Ciri Orang dengan Kepribadian Fake Person: Cek 7 Frasa yang Sering Mereka Gunakan dalam Percakapan

Ciri Orang dengan Kepribadian Fake Person. (freepik.com) - Image

Ciri Orang dengan Kepribadian Fake Person. (freepik.com)

JawaPos.com - Pernah bertemu seseorang yang terasa "tidak asli" atau seperti sedang memainkan peran dalam hidupnya? Bisa jadi mereka memiliki kepribadian fake person alias seseorang yang tidak menunjukkan diri mereka yang sebenarnya. 

Salah satu cara untuk mengenali mereka adalah dengan memperhatikan frasa dalam percakapan mereka.

Beberapa orang dengan kecerdasan emosional rendah sering kali mengandalkan kata-kata tertentu untuk membangun citra diri yang mereka inginkan. Meskipun sebenarnya itu tidak mencerminkan kepribadian mereka yang sesungguhnya. 

Dilansir dari laman Geediting.com pada Jumat (7/2), berikut adalah tujuh frasa yang sering mereka gunakan.

1. "Aku hanya bersikap jujur."

Ketika seseorang sering mengucapkan kalimat ini, biasanya itu bukan tentang kejujuran, melainkan tentang pembenaran untuk kata-kata yang kasar atau menyakitkan. Orang yang benar-benar jujur tidak perlu menyatakan bahwa mereka jujur. Karena kata-kata dan tindakan mereka sudah menunjukkan hal itu dengan sendirinya.

Orang dengan kepribadian fake person sering menggunakan frasa ini untuk menutupi kecenderungan mereka yang suka menghakimi atau merendahkan orang lain dengan dalih "kejujuran." Padahal, jujur dan kasar itu dua hal yang berbeda.

2. "Percayalah padaku."

Ironisnya, semakin sering seseorang berkata, "Percayalah padaku," semakin sulit untuk benar-benar mempercayainya. Orang yang dapat dipercaya tidak perlu meminta kepercayaan secara eksplisit, karena kepercayaan itu muncul dari konsistensi sikap dan tindakan mereka.

Frasa ini sering digunakan oleh orang dengan kecerdasan emosional rendah yang mencoba meyakinkan orang lain dengan kata-kata, bukan dengan bukti nyata.

3. "Aku benci drama."

Ini klasik! Seseorang yang sering mengaku "benci drama" justru sering kali adalah orang yang paling sering terlibat dalam drama. Mereka bisa jadi menikmati gosip, memanipulasi situasi, atau menciptakan konflik tanpa sadar.

Orang yang benar-benar tidak suka drama biasanya memilih untuk tidak membicarakannya dan langsung menjauh dari situasi yang tidak sehat, tanpa perlu membuat pengumuman besar.

4. "Aku orang yang baik."

Jika seseorang merasa perlu menyatakan bahwa mereka "orang baik," patut dicurigai. Orang yang benar-benar baik tidak butuh validasi dari orang lain tentang kebaikan mereka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore