
Ilustrasi bullying di sekolah. (Freepik).
JawaPos.com – Perilaku bullying bisa terjadi di mana saja, terutama di lingkungan akademik seperti sekolah. Perilaku agresif dan intimidatif ini juga bisa dilakukan secara fisik maupun verbal.
Bullying dapat meninggalkan luka traumatis dan emosional yang mendalam bagi korban. Perilaku ini berpotensi diulangi seiring berjalannya waktu dan bisa menimbulkan masalah jangka panjang.
Namun, bagaimana jika ternyata anak Anda adalah pelaku dari perilaku bullying di sekolah? Anda mungkin akan merasa kecewa dan bingung mengapa mereka bisa bertindak agresif.
Seperti dilansir dari The Sense Hub, ada banyak tahapan yang perlu dilakukan orang tua untuk menghadapi anak pelaku bullying. Sebagai orang tua, Anda membutuhkan kesabaran ekstra dan memantau proses dari langkah-langkah berikut ini.
1. Ajak anak bicara
Komunikasi terbuka sangat penting dalam menghadapi anak pelaku bullying. Ajaklah anak bicara secara jujur dan tanyakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi, dorong mereka membagikan perspektif dan perasaan mereka. Dengarkan penjelasan mereka baik=baik tanpa menyela.
2. Dorong anak untuk bertanggung jawab
Mengajarkan anak bertanggung jawab atas tindakan mereka adalah bagian penting dalam mengatasi perilaku bullying. Dorong anak untuk bertanggung jawab dengan permintaan maaf tulus kepada orang yang telah mereka sakiti.
Permintaan maaf yang tulus juga harus disertai dengan tanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan. Mengajarkan anak untuk bertanggung jawab membantu anak Anda memahami bahwa setiap tindakan pasti memiliki konsekuensi.
3. Pantau interaksi atau aktivitas sosialnya
Pantau lingkaran sosial anak Anda, termasuk semua interaksi dan aktivitasnya. Terkadang, perilaku bullying bisa terjadi atas dorongan dan dinormalisasi oleh kelompok teman sebaya. Cari tahu siapa saja teman dekat anak Anda dan bagaimana dinamika hubungan sosial mereka. Jika perlu, bimbinglah mereka untuk berteman dengan lingkaran sosial yang lebih sehat.
4. Tetapkan batasan
Anak-anak sering kali membutuhkan batasan untuk memahami konsekuensi atas tindakannya. Jelaskan perilaku buruk apa saja yang tidak dapat diterima dan konsekuensi jika melewati batas-batas tersebut. Jika aturan dan konsekuensi ditegakkan, anak Anda kemungkinan akan lebih paham dan berubah menjadi lebih baik.
5. Jelaskan dampak yang terjadi pada perilaku bullying
Banyak anak yang tidak sepenuhnya memahami bagaimana tindakan mereka berdampak atau memengaruhi orang lain. Bantulah anak untuk melihat dari perspektif korban dengan menjelaskan bagaimana perilaku bullying dapat menyakiti seseorang secara emosional dan fisik.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
