
Ilustrasi perempuan yang sedang menyalahkan seorang pria.
JawaPos.com - Ada perbedaan besar antara bertanggung jawab atas emosi Anda sendiri dan terus-menerus menyalahkan orang lain atas ketidakbahagiaan Anda. Perbedaan ini terletak pada kesadaran diri.
Menyalahkan orang lain sering menjadi cara untuk mengalihkan tanggung jawab pribadi, meskipun banyak yang melakukannya tanpa sadar. Faktanya, orang yang suka menyalahkan orang lain biasanya menunjukkan pola-pola tertentu yang menjadi kebiasaan.
Dilansir dari laman Geediting.com pada Minggu (26/1) berikut adalah enam perilaku yang sering ditampilkan oleh orang dengan kebiasaan ini:
1. Saling Menyalahkan Terus-Menerus
Orang yang suka menyalahkan orang lain cepat sekali menunjuk jari ke arah orang lain, terutama kepada mereka yang dekat dengannya. Mereka menggunakan menyalahkan sebagai mekanisme pertahanan diri, upaya untuk menutupi kesalahan atau kekurangan pribadi.
Bagi mereka, lebih mudah menyalahkan orang lain daripada menerima kenyataan bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam diri mereka. Yang menarik, perilaku ini seringkali dilakukan tanpa disadari.
Akibatnya, mereka benar-benar percaya bahwa semua masalah selalu disebabkan oleh pihak lain, bukan mereka sendiri.
2. Playing Victim
Salah satu ciri utama dari orang yang suka menyalahkan orang lain adalah kecenderungan untuk memainkan peran korban. Mereka melihat diri mereka sebagai individu yang terus dirugikan oleh tindakan orang lain.
Padahal, sering kali mereka terjebak dalam narasi negatif yang mereka ciptakan sendiri. Dengan memainkan peran ini, mereka merasa tidak perlu bertanggung jawab atas emosi dan kebahagiaan mereka, karena semua itu sudah terlanjur “dihancurkan” oleh orang lain.
3. Kurangnya Refleksi Diri
Penelitian menunjukkan bahwa refleksi diri adalah kunci penting untuk hidup yang lebih bahagia dan produktif. Namun, orang yang suka menyalahkan orang lain sering kali tidak memiliki kemampuan ini. Mereka jarang, atau bahkan tidak pernah, meluangkan waktu untuk mengevaluasi tindakan mereka sendiri.
Fokus mereka sepenuhnya pada kesalahan orang lain, sehingga mereka gagal melihat bahwa mereka juga berperan dalam ketidakbahagiaan yang mereka alami. Kurangnya refleksi diri ini membuat mereka sulit berkembang, baik secara pribadi maupun emosional.
4. Anti-Perubahan
Orang yang terus-menerus menyalahkan orang lain cenderung menolak perubahan. Mereka lebih memilih bertahan dalam rutinitas atau pola hidup yang sudah jelas-jelas tidak membuat mereka bahagia.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
