Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Januari 2025 | 15.48 WIB

Hindari 10 Hal Ini Saat Perayaan Imlek, bila Ingin Tahun Barumu Dipenuhi Keberuntungan dan Kesejahteraan

Ilustrasi keluarga yang merayakan Tahun Baru Imlek. (Freepik) - Image

Ilustrasi keluarga yang merayakan Tahun Baru Imlek. (Freepik)

JawaPos.com – Perayaan Imlek selalu identik dengan kegembiraan dan kebersamaan keluarga. Namun, di balik perayaan meriah tersebut, terdapat sejumlah aturan dan larangan yang diyakini dapat mempengaruhi keberuntungan selama setahun ke depan.

Bagi masyarakat Tionghoa, apa yang dilakukan di hari pertama tahun baru ini sangat berpengaruh terhadap nasib dan rezeki yang akan diterima.

Dilansir dari laman artikel Boston University pada Selasa, (21/1), perayaan Imlek adalah hari libur paling penting di Tiongkok. Imlek juga dirayakan di berbagai negara seperti Korea, Singapura, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.

Selain dirayakan dengan penuh suka cita, ada beberapa pantangan yang dipercaya perlu dihindari selama Imlek. Hal-hal yang tampak sepele ini ternyata dipercaya dapat menghalangi datangnya keberuntungan dan kesejahteraan di tahun baru.

Dilansir dari China Highlight, berikut adalah 10 larangan yang wajib dihindari agar Imlek yang kamu rayakan dipenuhi dengan keberuntungan dan kemakmuran:

1. Mengonsumsi obat

Pada hari pertama Imlek, mengonsumsi obat dianggap tabu karena dipercaya bisa membawa sial sepanjang tahun.

Tradisi ini berasal dari keyakinan bahwa meminum obat bisa menandakan bahwa kamu akan sering sakit di tahun yang baru. Oleh karena itu, disarankan untuk menjaga kesehatan dengan cara lain, seperti makan yang bergizi dan cukup istirahat.

2. Menyapu atau membuang sampah

Menyapu atau membuang sampah pada hari pertama Imlek dipercaya dapat menghilangkan keberuntungan dan kekayaan di rumah.

Hal ini dianggap sebagai tindakan yang menyapu keluar rezeki dan kesejahteraan yang seharusnya datang di tahun yang baru.

Sebagai gantinya, pastikan rumah sudah bersih sebelum perayaan dimulai agar tidak ada sisa kotoran yang bisa menghalangi rezeki. 

3. Mengatakan kata-kata negatif

Menggunakan kata-kata negatif seperti kematian, penyakit, atau kemiskinan dianggap sangat tidak pantas selama Imlek.

Untuk menghindari hal buruk, banyak orang Tionghoa memilih menggunakan eufemisme atau kata-kata yang lebih positif. Misalnya, mengganti kata "mati" dengan "pergi" agar tidak membawa nasib buruk. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore