Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Desember 2024 | 20.48 WIB

Anak yang Terlalu Dimanja Saat Kecil Sering Menunjukkan 9 Perilaku Ini Ketika Beranjak Dewasa, Apa Saja Itu?

Ilustrasi orang dewasa yang dimanja saat kecil. - Image

Ilustrasi orang dewasa yang dimanja saat kecil.

JawaPos.com - Sebagai orang tua sering kali ingin memberikan perlakuan terbaik kepada anak-anaknya, memastikan hidup mereka layak tanpa kekurangan, serta selalu berusaha melindungi mereka.

Padahal konsep itu tidak bisa sepenuhnya benar, bahkan ketika anak itu dimanja, dia tidak memiliki kekuatan serta ketahanan dalam menghadapi tantangan dalam hidupnya.

Dilansir dari laman Personal Branding pada (18/12) anak yang dimanja saat kecil, sering menunjukkan 9 perilaku ini ketika beranjak dewasa:

1. Kurangnya ketahanan

Individu yang dimanjakan saat masih anak-anak sering kali bergumul dengan ketahanan. Ketahanan adalah tentang menghadapi tantangan, bangkit kembali dari kegagalan, dan bertahan melewati masa-masa sulit.

Jika seseorang selalu diberikan segala sesuatunya dengan baik, mereka mungkin akan kesulitan mengembangkan sifat ini.

2. Berjuang dengan kepuasan yang tertunda

Kemampuan untuk menunda kepuasan, mencapai tujuan jangka panjang, dan menolak imbalan langsung, sangat penting untuk kesuksesan disetiap bidang kehidupan. Namun jika kamu terbiasa melakukan semuanya dengan segera, ini bisa menjadi keterampilan yang sulit untuk dipelajari.

Ini tentang memahami cara pengalaman masa kecil kita dapat membentuk perilaku di masa dewasa. Serta secara potensial, hal ini dapat membantu kita mengatasi perilaku tersebut untuk tumbuh sebagai individu.

3. Kesulitan menerima jawaban 'tidak'

Penolakan bisa jadi sulit bagi siapa pun. Tapi bagi mereka yang dimanjakan saat masih kecil, mendengar kata 'tidak' bisa menjadi tantangan tersendiri.

Psikolog telah menemukan bahwa individu yang secara konsisten dipenuhi keinginannya ketika masih kecil sering kali kesulitan menerima penolakan di masa dewasa. Hal ini dapat terwujud dalam bentuk kesulitan dalam menghadapi kritik, penolakan terhadap otoritas, atau rasa frustrasi ketika harapan tidak tercapai.

4. Mentalitas istimewa

Sangat umum bagi individu yang dimanja saat masih kecil untuk membawa rasa istimewa hingga dewasa. Ini bukan tentang menjadi sombong, tapi lebih tentang mengharapkan hal-hal tertentu terjadi tanpa harus berusaha.

Hak keistimewaaan ini dapat terwujud dalam berbagai cara. Seperti mengharapkan promosi di tempat kerja tanpa melakukan upaya yang diperlukan, atau berasumsi bahwa teman dan keluarga harus memenuhi kebutuhannya tanpa mempertimbangkan orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore