Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Desember 2024 | 19.59 WIB

Jika Kamu Tidak Ingin Menjadi Pemarah Seiring Bertambahnya Usia, Ucapkan Selamat Tinggal Pada 7 Kebiasaan Ini

Ilustrasi orang yang pemarah.(Unsplash.com/UsmanYousaf) - Image

Ilustrasi orang yang pemarah.(Unsplash.com/UsmanYousaf)

JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, semakin banyak tantangan dan masalah yang sering kita hadapi. Sehingga diri sendiri juga menjadi orang pemarah, mudah tersinggung, atau baper (bawa perasaan) jika tidak mengelola emosi dengan baik.

Mengutip dari laman Electives, penelitian yang diterbitkan oleh National Library of Medicine menunjukkan adanya korelasi positif antara usia dan kecerdasan emosional.

Seiring bertambahnya usia, individu mengumpulkan banyak pengalaman yang berkontribusi pada pemahaman dan pengendalian emosi secara lebih baik. Orang dewasa cenderung menavigasi situasi sosial dengan lebih mahir dan memiliki empati yang tinggi, dan ini merupakan komponen penting dari kecerdasan emosional.

Meskipun kecerdasan emosional ini meningkat secara alami, tapi perlu banyak upaya untuk menghindarinya. Dilansir dari laman Blog Herald pada (11/12) jika kamu tidak ingin menjadi pemarah seiring bertambahnya usia, ucapkan selamat tinggal pada 7 kebiasaan ini.

1. Mengabaikan kesehatan fisik

Seiring bertambahnya usia, mudah bagi kita untuk mengabaikan kesehatan fisik. Mungkin kamu tidak pergi ke gym sesering dulu, atau mungkin pola makan sehat yang tidak seimbang.

Namun mengabaikan kesehatan fisik dapat berdampak signifikan pada suasana hati, tingkat energi, serta pandangan hidup secara keseluruhan. Penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga teratur, bahkan yang sederhana seperti berjalan kaki setiap hari, dapat meningkatkan kadar serotonin dan endorfin.

Kedua kadar hormon tersebut bisa membantu mengurangi stres, kecemasan, dan gejala depresi. Pola makan seimbang yang kaya nutrisi juga mendukung kejernihan mental dan kesejahteraan emosional, sehingga membantu kamu merasa lebih positif dan berenergi.

2. Menyimpan dendam

Ada yang berbuat salah pada diri sendiri, dan kita menyimpan dendam itu seolah-olah itu adalah harta berharga. Menyimpan dendam seiring bertambahnya usia hanya akan menambah rasa kesal. Dengan belajar memaafkan, kita bisa bergerak maju dan fokus pada aspek positif kehidupan.

3. Hidup di masa lalu

Ada kenyamanan tertentu dalam mengenang masa lalu yang indah. Tapi ketika nostalgia menjadi tema yang berulang dalam hidup, mungkin inilah saatnya untuk mengevaluasi kembali.

Hidup di masa lalu berarti kamu tidak menerima masa kini atau merencanakan masa depan. Hal ini mengarah pada kehidupan stagnan yang dipenuhi dengan 'bagaimana jika' dan 'seandainya saja'.

Jadi, daripada terus memikirkan masa lalu, lebih baik fokus membuat hari ini luar biasa, atau mungkin merencanakan sesuatu yang menarik untuk besok.

4. Menghindari pengalaman baru

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore