Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 November 2024 | 13.04 WIB

Orang yang Tidak Pernah Muncul pada Obrolan WA Grup Biasanya Menunjukkan 8 Ciri Kepribadian, Menurut Psikologi

Ilustrasi ciri kepribadian dari orang yang tidak pernah muncul pada obrolan grup online. (Pexels) - Image

Ilustrasi ciri kepribadian dari orang yang tidak pernah muncul pada obrolan grup online. (Pexels)

JawaPos.com - Pada zaman sekarang, kita semua menjadi bagian dari satu atau dua grup obrolan. Banyak orang yang senang berkomunikasi dengan banyak orang sekaligus, meminta saran, atau berbagi cerita yang lucu.

Meski begitu, tak jarang ada orang-orang tertentu dalam sebuah obrolan grup yang jarang atau mungkin tidak pernah ikut berkomentar. Tidak peduli seberapa ramai atau menariknya percakapan, mereka akan tetap diam, tetapi ikut membaca setiap pesan.

Psikolog menunjukkan bahwa mereka yang menghindari berkontribusi pada obrolan grup seringkali memiliki serangkaian ciri kepribadian yang mengejutkan. Beberapa di antaranya mengungkapkan lebih dari apa yang terlihat.

Dilansir dari Geediting, inilah 8 ciri kepribadian dari orang yang tidak pernah muncul pada obrolan grup online.

1. Introvert

Orang yang introvert pada dasarnya lebih menyukai berbagai kegiatan menyendiri daripada kegiatan sosial. Mereka biasa mengisi ulang energi mereka dengan menghabiskan waktu sendirian dan mungkin merasa terkuras ketika berada dalam kelompok besar dan aktif, meskipun secara online.

Dalam obrolan grup online, mereka menganggap sebagai kegiatan membaca dan mengamati alih-alih berpartisipasi aktif. Mereka hadir, memperhatikan, tetapi mereka tidak selalu ikut campur dalam percakapan.

Bukan berarti mereka tidak pernah berkontribusi, tetapi mereka mungkin akan ikut berkomentar ketika merasa yakin dengan suatu topik atau saat mereka memiliki sesuatu yang penting untuk ditambahkan.

2. Pemikir berlebihan

Mereka yang diam saja dalam obrolan grup daring biasanya memiliki kecenderungan terlalu banyak berpikir dalam menanggapi. Mereka membutuhkan waktu yang lama untuk menanggapi obrolan grup.

Bukan karena tidak tertarik tetapi mereka selalu banyak berpikir untuk menanggapinya. Mereka akan menyusun pesan, lalu menghapusnya, menyusunnya ulang, lalu menghapusnya kembali. Mereka cukup khawatir tentang bagaimana komentarnya akan diterima.

Siklus berpikir yang berlebihan ini seringkali membuat mereka tidak menanggapi sama sekali. Karena saat sudah menyusun pesan yang disukai, percakapan akan cepat berganti.

3. Sangat sensitif

Orang yang sangat sensitif, atau HSP seperti yang sering disebut, berjumlah sekitar 15-20 persen dari populasi. Orang-orang ini lebih sadar dan terpengaruh oleh masukan sensorik dan cenderung lebih berempati dan emosional.

Dalam konteks obrolan daring, kepekaan mereka akan meningkat yang dapat membuat platform ini terasa membebani. Kecepatan percakapan yang berjalan cepat, banyak notifikasi, dan potensi konflik dapat menimbulkan stres bagi seorang HSP.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore