
Ilustrasi keluarga yang akan rekreasi.
JawaPos.com - Menjelang liburan akhir tahun, setiap keluarga kerap menghabiskan momen dengan rekreasi ke suatu tempat. Bisa menginap di villa, pergi ke pantai, gunung, atau taman wisata.
Liburan akhir tahun juga merupakan momen yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga setelah sibuknya aktivitas sehari-hari. Selain itu, bertepatan dengan libur akhir semester anak-anak di sekolah.
Meskipun tujuan rekreasi itu untuk menenangkan pikiran dan mencari hiburan, tapi seringkali malah menjadi tegang karena masing-masing anggota keluarga ada yang tak mau mengalah atau salah satunya melakukan kesalahan hingga akhirnya tak bisa menikmati momen tersebut.
Melansir dari laman Psychology Today pada (13/11) ini dia 5 cara agar kamu dan keluarga tidak tegang saat rekreasi pada liburan akhir tahun nanti:
1. Mengatur ulang pola pikir
Berhati-hatilah dengan pola pikirmu sebelum adanya pertemuan keluarga. Ingatkan diri bahwa tujuan rekreasi adalah untuk bersenang-senang dan merayakan momen liburan akhir tahun, bukan malah berdebat.
Kemudian identifikasi hal yang sering memicu perdebatan antara keluarga dan putuskan cara untuk menanggapinya dengan tenang. Menetapkan tujuan sangat membantu untuk tetap rileks, sekalipun ada hal yang sensitif.
2. Diskusikan tentang hal yang disukai atau tidak pada masing-masing anggota keluarga
Sejatinya bahwa rekreasi dipenuhi dengan suka cita bersama keluarga, memulai obrolan hangat, dan saling mendukung satu sama lain. Sebelum itu tiba, alangkah baiknya dikomunikasikan dulu mengenai hal yang disukai atau tidak pada masing-masing anggota keluarga.
Mulai dari menu hidangan favorit masing-masing keluarga, obrolan yang layak dibicarakan saat kumpul, serta hindari hal-hal yang menyinggung secara sensitif antara satu sama lain.
Seorang terapis menyebutkan bahwa "kejelasan komunikasi akan mencegah kesalahpahaman". Maka berlatihlah untuk menetapkan batasan pada topik terlarang demi kenyamanan.
3. Menolak untuk menerima umpan
Jika salah seorang dari anggota keluarga mengemukakan isu kontroversial, maka berhentilah sejenak, bernapas, dan jangan bereaksi secara impulsif. Jawablah dengan berkata "Aku tahu ini penting, tapi kita bisa membicarakannya lain kali."
Ucapan itu akan membuat suasana rekreasi dengan keluarga yang asalnya tegang jadi tidak, karena tetap memilih perdamaian daripada konflik.
4. Arahkan percakapan kembali ke zona nyaman

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
