Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 November 2024 | 00.58 WIB

Tak Selalu Pamer atau Flexing, ini 6 Alasan Orang Unggah Makanan di Media Sosial Menurut Psikologi

Sejumlah pengunjung berbelanja kuliner di even Kampoeng Legenda di Mall Ciputra, Jakarta, Kamis (08/08/2024). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah pengunjung berbelanja kuliner di even Kampoeng Legenda di Mall Ciputra, Jakarta, Kamis (08/08/2024). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Seiring berkembangnya fitur di media sosial, belakangan banyak orang mulai menggunakan media sosial untuk mengunggah makanan yang hendak dimakannya. Banyak orang menganggap bahwa mengunggah foto makanan di media sosial berarti ingin memamerkan diri karena sudah bisa mengonsumsi makanan tertentu. Padahal tak selalu begitu.

Ada banyak alasan lain di balik orang-orang yang mengunggah foto makanan di media sosial. Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (7/11), orang-orang yang mengunggah makanannya di media sosial biasanya memiliki alasan berikut ini.
 
1. Ekspresi diri
 
Mengunggah foto makanan dapat menjadi cara untuk mengekspresikan diri dan berbagi pengalaman kuliner seseorang. Ini bukan soal pamer. Mereka yang mengunggah foto makanan di media sosial hanya senang saja melakukannya sebagai ekspresi diri yang juga senang saat bisa memakan makanan tersebut. 
 
2. Validasi
 
Ya, memang tak dipungkiri bahwa orang mungkin mengunggah foto makanan untuk mencari persetujuan dan validasi alias pamer. Misalnya, 22 persen foto makanan adalah makanan yang dimasak sendiri yang sangat dibanggakan oleh pembuatnya.
 
Mereka ingin membuktikan sesuatu kepada orang-orang dan bukan lagi soal hanya kepuasan diri. Sebab, saat orang tak meresponsnya dengan baik, ia akan kecewa.
 
3. Koneksi sosial
 
Mengunggah foto makanan dapat menjadi cara untuk membangun atau memperkuat koneksi dengan orang lain bagi orang tertentu. Sebut saja dengan orang yang juga punya minat sama terhadap sajian macam-macam kuliner. Unggahan makanan di media sosial dapat memancing mereka untuk berinteraksi dengan Anda. 
 
4. Dopamin yang meningkat
 
Makanan yang tampak menarik dapat dengan mudah mendapatkan like. Hal itu juga akhirnya dapat membuat orang merasa senang. Beberapa orang yang mengunggah foto makanan di media sosial ada yang untuk memenuhi hasrat kebahagiaannya.
 
5. Mendokumentasikan pengalaman kuliner
 
Mengunggah foto makanan bagi beberapa orang bisa jadi hanya untuk mendokumentasikan pengalaman kuliner. Untuk itu bisa diingatnya lati di kemudian hari.
 
6. Saran kuliner
 
Mengunggah foto makanan dapat menjadi cara untuk memberikan saran kuliner, seperti merekomendasikan restoran atau berbagi resep. Namun, mengunggah banyak foto makanan juga dapat menunjukkan hubungan yang bermasalah dengan makan. Orang yang rutin mengunggah foto mungkin melakukannya secara tidak sadar dan bahkan mungkin tidak menyadari fokus mereka yang tidak sehat pada makanan.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore