Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 November 2024 | 21.51 WIB

Apa Itu Sadfishing, Benarkah Tren Pamer Kesedihan Ini Jadi Tanda  Masalah psikologis yang serius? Begiti Kata Ahli

ilustrasi seorang perempuan yang merasa sedih. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi seorang perempuan yang merasa sedih. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Di era media sosial, membagikan kehidupan sehari-hari sudah jadi hal yang biasa dilakukan banyak orang. 

Dari kabar bahagia hingga curhat kesedihan, semuanya terpampang di lini masa. Namun, pernahkan mendengar istilah 'sadfishing'?

Sadfishing adalah istilah untuk menggambarkan tren seseorang yang mengumbar kesedihan atau masalah pribadi di media sosial.

Diketahui, tren ini sering kali digunkan mencari perhatian atau respons tertentu dari orang lain.

Nah, ternyata sadfishing punya banyak sisi yang menarik dan juga dampak yang bisa dibilang cukup rumit, lho! Bahkaan bisa jadi tanda masalah psikologis yang serius

Dilansir New York Post, penelitian menemukan bahwa banyak “sadfishing” menunjukkan kondisi anxious attachment.

Di mana seseorang menginginkan ikatan yang kuat dengan orang yang disayangi. Namun, di sisi lain ia merasa cemas dan khawatir  bahwa ia bisa saja ditinggalkan sewaktu-waktu.

Don Grant, PhD, penasihat nasional untuk Manajemen Perangkat Sehat dari Newport Healthcare di Los Angeles, California, mengatakan bahwa fenomena tersebut bukanlah hal yang baru.

Sadfishing awalnya muncul sebagai cara orang mencari dukungan emosional di saat mereka merasa terpuruk. 

Orang-orang rentang usia 18-40 tahun adalah pengguna media sosial yang paling sering. Mereka juga merupakan generasi yang paling menderita karena kesepian. 

Itu berarti mereka lebih mungkin untuk menunjukkan jenis kesedihan di media sosial dibandingkan kelompok usia lainnya. 

Namun, seiring waktu, banyak yang mulai memanfaatkannya untuk mendapat perhatian lebih. Beberapa orang mungkin merasa lebih diperhatikan ketika membagikan masalah pribadinya secara online. 

Orang yang sadfishing biasanya berharap mendapatkan respons empati atau dukungan dari pengikutnya. 

Sebagai contoh, salah satu gejala histrionic personality disorder adalah perilaku mencari perhatian, sehingga penderita HPD mungkin lebih cenderung melakukan sadfishing-dan karenanya perilaku mereka mungkin lebih mudah diabaikan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore