Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 September 2024 | 17.03 WIB

Benarkah Love Bombing Jadi Bentuk Manipulasi Paling Berbahaya? Simak dan Jangan Sampai Kamu Jadi Korbannya!

Ilustrasi- Pasangan melakukan love bombing (stockking-freepik) - Image

Ilustrasi- Pasangan melakukan love bombing (stockking-freepik)

JawaPos.com – Love bombing merupakan bentuk strategi manipulatif kepada seseorang untuk terjalinnya sebuah hubungan. Dengan kata lain, love bombing memberikan tindakan kepada seseorang untuk memperlihatkan perhatian dan kasih sayang secara berlebihan.

Love bombing biasanya melibatkan seseorang atau bisa dikatakan pasangan romantis dengan memberikan perhatian penuh. Love bomber atau pelaku love bombing biasanya akan menghujani korban dengan pujian atau hadiah.

Love bombing biasanya dilakukan pada fase pendekatan sebelum mengarah ke jenjang pernikahan dan biasanya terlihat romantis diawal, namun akan menjadi sesuatu yang merugikan korbannya.

Dilansir dari Cleveland Clinic, menurut psikolog Alaina Tiani, Ph.D, tujuan akhir dari pelaku love bombing tidak hanya sekadar mencari cinta, namun untuk mengendalikan orang lain. Tindakan tindakan hebat tersebut menjadi upaya untuk memanipulasi dan membuat merasa berutang dan bergantung pada pelaku.

Love bombing masih erat kaitannya dengan orang yang memiliki Narssistic Personality Disorder (NPD). Bentuk bentuk dari love bombing sendiri seperti :

-          Mendapatkan pujian yang berlebihan

-          Komunikasi yang berlebihan terutama mengenai perasaan pelaku kepada korban

-          Sering memberikan hadiah yang terkadng tidak dibutuhkan

-          Pembicaraan awal yang intens mengeni masa depan bersama.

Menurut Clevaland Clinic, love bombing terjadi dalam tiga fase :

  1. Fase Idealisasi, dalam fase ini pelaku memberikan cinta dan kasih saying yang berlebihan untuk menarik perhatian korban. Awalnya, hal ini tampak bagus untuk menjadi kenyataan atau mudah membuat terbuai.
  2. Fase Devaluasi, pada fase ini, pelaku biasanya lebih menuntut waktu dan mudah marah ketika korban membuat rencana tanpa pelaku.
  3. Fase Pembuangan, saat korban mulai mengonfrontasi pelaku tentang perilaku yang merugikan, pelaku biasanya lari dari tanggung jawab atau dengan meninggalkan hubungan.

Penting sekali untuk mengenali love bombing bukan sebagai tanda kasih sayang, namun sebagai langkah pertama dalam menciptakan hubungan yang tidak sehat. Berikut merupakan tanda-tanda ketika mengalami love bombing menurut laman verywellhealth :

Menghujani Hadiah

Dalam kasus love bombing, pemberian hadiah dilakukan secara berlebihan dan disertai dengan timbal balik berupa pujian, validasi atau balasan lainnya. Hadiah yang diberikan biasanya dengan harga yang mahal seperti perjalanan, perhiasan mahal hingga dukungan finansial lainnya tanpa diminta.

Memberikan Pujian Terus Menerus

Adanya frasa seperti “Hidupku akan hampa jika tanpamu” ketika berada di awal hubungan, maka merupakan tanda bahaya dalam hubungan yang tulus.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore