Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Agustus 2024 | 00.04 WIB

8 Alasan Perceraian Lebih Baik daripada Pernikahan yang Tidak Bahagia, Salah Satunya Pertumbuhan Pribadi

Ilustrasi pernikahan yang tidak bahagia (freepik) - Image

Ilustrasi pernikahan yang tidak bahagia (freepik)

JawaPos.com – Pernikahan yang buruk mengacu pada hubungan yang ditandai dengan masalah-masalah yang signifikan, ketidakpuasan bagi salah satu atau kedua pasangan.

Pernikahan yang buruk biasanya melibatkan emosi negatif yang terus-menerus, konflik-konflik yang sering terjadi dan kurangnya keintiman atau hubungan emosional. 

Pernikahan yang buruk dapat melibatkan kekerasan, perselingkuhan, penyalahgunaan zat atau perilaku merugikan lainnya yang berkontribusi pada lingkungan yang tidak sehat dan beracun.

Pada akhirnya, pernikahan yang buruk adalah pernikahan yang di dalamnya pasangan mengalami tekanan, ketidakbahagiaan dan rasa tidak puas yang berkelanjutan terhadap hubungan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang beberapa alasan perceraian lebih baik daripada pernikahan yang tidak bahagia sebagaimana dilansir dari laman Marriage, Selasa (13/8) sebagai berikut.

  1. Kesejahteraan emosional

Christiana Njoku, seorang Konselor Profesional Berlisensi dan Pelatih Hubungan menganjurkan untuk memprioritaskan kesejahteraan Anda. Pada dasarnya pernikahan yang buruk merupakan faktor negatif yang terus-menerus menyiksa kesejahteraan emosional Anda.

Jadi, melepaskan diri dari pernikahan yang buruk merupakan pintu gerbang untuk memprioritaskan kesejahteraan emosional Anda. Artinya perceraian membebaskan Anda dari gejolak emosi dan ketidakbahagiaan yang terus-menerus.

Bahkan perceraian membuat Anda untuk memprioritaskan kesejahteraan emosi Anda sendiri dan menciptakan lingkungan lebih sehat untuk pertumbuhan dan kebahagiaan pribadi.

  1. Pemodelan peran positif 

Jika anak-anak terlibat, perceraian akibat pernikahan yang buruk dapat menjadi contoh positif bagi mereka. Hal ini dapat mengajarkan mereka pentingnya menghargai diri sendiri, batasan yang sehat dan memprioritaskan kesejahteraan mereka sendiri dalam hubungan.

Anak-anak perlu diajarkan arti kompromi dan rasa hormat tetapi melihat pasangan yang tidak bahagia menderita dapat membuat mereka takut untuk menikah.

  1. Pertumbuhan pribadi

Mengakhiri pernikahan yang buruk dapat membuka pintu bagi pertumbuhan pribadi dan penemuan jati diri. Anda dapat berfokus pada kebutuhan, tujuan dan aspirasi Anda sendiri tanpa terkekang oleh kendala dan racun dalam hubungan tersebut.

  1. Versi Anda yang lebih baik muncul

Setelah Anda bercerai, Anda akan melihat banyak perubahan mental dan fisik dalam diri Anda. Artinya aka nada peningkatan dalam suasana hati Anda karena Anda akan lebih bahagia setelah keluar dari pernikahan yang buruk.

Akan mulai memprioritaskan diri sendiri, Anda akan mendengarkan diri sendiri dan yang terpenting, Anda akan melakukan apa yang membuat Anda bahagia.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore