
Ilustrasi perempuan yang terjebak dalam mentalitas korban (freepik)
JawaPos.com – Kita semua tentu pernah mengalami suka dan duka, tetapi sebagian orang tampaknya terjebak dalam siklus menyalahkan dan mengasihani diri sendiri.
Pola pikir menyalahkan dan mengasihani diri sendiri, ternyata dikenal sebagai mentalitas korban.
Pasalnya pola pikir benar-benar dapat menghambat mereka menjalani kehidupan terbaiknya.
Bahkan mempunyai pola pikir ini juga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan pribadi, menciptakan hambatan yang menghalangi individu tersebut yang menghalangi individu tersebut dalam bertanggung jawab atas tindakannya.
Lantas bagaimana cara kita mengenali bahwa seseorang telah terjebak dalam mentalitas korban?
Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai beberapa perilaku yang menunjukkan seseorang terjebak dalam mentalitas korban menurut psikologi sebagaimana dilansir dari laman The Vessel, Kamis (8/8) sebagai berikut.
Salah satu tanda orang-orang yang terjebak dalam mentalitas korban adalah terus-menerus menyalahkan orang lain. Perilaku ini memang tidak selalu terlihat jelas seperti menunjuk jari dan meneriakkan tuduhan.
Namun sebagai bentuk pola yang tidak Anda sadari hingga mendapati diri Anda terperangkap dalam jaringan rasa bersalah dan tanggung jawab atas situasi yang bukan disebabkan oleh Anda.
Intinya, menyalahkan orang lain atau faktor eksternal secara terus-menerus merupakan cara mereka membela diri dari kenyataan bahwa pilihan dan tindakan mereka memiliki konsekuensi. Mereka lebih suka menyalahkan orang lain daripada menerimanya.
Seseorang yang mentalitas korban sering kali melihat masalah mereka sebagai gunung yang tidak dapat diatasi bukannya rintangan yang dapat dikelola.
Ini bukan berarti masalah mereka tidak nyata atau signifikan tetapi cara mereka memandangkan dan menyampaikan masalah tersebut sering kali lebih berat daripada tingkat keparahannya yang sebenarnya.
Pada dasarnya, kecenderungan membesar-besarkan masalah ini berasal dari kebutuhan mereka untuk mendapatkan simpati dan perhatian dari orang lain.
Hal ini membuat mereka tetap berada dalam zona nyaman sebagai korban sehingga tidak dapat mengambil langkah-langkah untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah mereka.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
