
Ilustrasi orang tua dan anak yang sedang berinteraksi dapat meningkatkan kecerdasan emosional pada anak. (pinterest)
JawaPos.com-Kita sering beranggapan bahwa kecerdasan intelektual adalah hal yang terpenting dalam menentukan keberhasilan seorang anak.
Tetapi, sadarkah kita bahwa tidak hanya kecerdasan intelektual yang patut kita unggul-unggulkan, ada yang sama pentingnya, yaitu kecerdasan emosional.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman resmi DP3APPKB Kabupaten Bantul, Senin (8/7) menyebutkan bahwa, kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) adalah kemampuan seseorang untuk memahami, menggunakan, dan mengelola, serta mengekspresikan emosi secara tepat.
Ini mencakup kemampuan mengenali dan memberi nama perasaan mereka, memahami emosi orang lain, dan mengendalikan impuls mereka.
EQ dapat membantu siapa saja, termasuk anak-anak, untuk membangun hubungan yang harmonis, membuat keputusan, dan menghadapi situasi sulit.
Tak hanya itu, dengan EQ yang baik, seseorang akan lebih mudah bersosialisasi dengan siapa saja, lebih percaya diri, dan dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik.
Kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang kesuksesan anak, baik dalam lingkungan akademis maupun sosial.
Dalam hal ini, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membentuk maupun mengembangkan kecerdasan emosional seorang anak.
Ditambahkan dari situs resmi Universitas Harapan Bangsa, ada beberapa cara sederhana yang kiranya dapat dipraktekkan oleh orang tua sedari dini untuk meningkatkan kecerdasan emosional pada anak:
1. Biasakan mengungkapkan perasaan saat berbicara pada anak. Misalnya: “Bapak suka kalau lihat kakak bermain bersama adik”. Atau “Kalau adik sakit, Ibu sedih sekali”.
2. Beri contoh pada anak danlakukandengan sungguh-sungguh cara meminta maaf jika melakukan kesalahan maupun cara mengungkapkan rasa syukur pada saat mendapat pujian atau hadiah.
3. Usahakan untuk selalu berkomunikasi atau berinteraksi dengan anak. Dengan begitu anak akan terbiasa berbicara dan mengekspresikan emosinya, serta merasa mendapat perhatian yang tulus dari orang tua.
4. Beri kesempatan anak memahami apa yang dirasakan orang lain (berempati), tapi lakukan dengan bahasa yang dimengerti anak.
5. Latih anak untuk bisa menerima keterbatasan dirinya dan tanamkan perasaan bangga terhadap kelebihannya. Hal ini dapat menanam perasaan percaya diri pada anak.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
