Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Mei 2024 | 18.18 WIB

11 Tanda Perempuan Sedang Mengalami Quarter Life Crisis, Apakah Kamu Salah Satu yang Mengalaminya?

Ilustrasi seorang perempuan sedang mengalami Quarter Life Crisis (Idea Pod) - Image

Ilustrasi seorang perempuan sedang mengalami Quarter Life Crisis (Idea Pod)

JawaPos.com - Sebagian orang mengatakan bahwa usia 20-an dan awal 30-an seharusnya menyenangkan dan tanpa beban. Tetapi pada nyatanya dalam kehidupan ini tidak berjalan seperti itu.

Pada kenyataan, fase ini merupakan masa ketika banyak anak muda mulai merasa sangat cemas terhadap kehidupannya. Mereka merasa stuck dan stress karena mengkhawatirkan masa depan mereka.

Di mana para ahli menyebut bahwa fase sulit ini sebagai quarter life crisis. Dan ternyata tak jarang perempuan berusia pertengahan hingga akhir 20-an dan pertengahan 30-an mengalaminya.

Dilansir JawaPos.com dari laman Idea Pod, Kamis (23/5), berikut sebelas tanda seorang perempuan sedang mengalami fase quarter life crisis berdasarkan psikologi.

1. Dia menjadi impulsif dalam pengambilan keputusan

Psikolog dan konselor kesehatan mental Dr. Jaclyn Gulota dan timnya mencatat bahwa perilaku impulsif dapat digunakan sebagai mekanisme penanggulangan perasaan kebingungan atau ketidakpuasan yang mendasari seseorang yang mengalami quarter life crisis.

Ketika seorang wanita mencapai usia seperempat abad, dia mungkin mulai takut bahwa hidupnya menjadi mudah ditebak, sehingga dia akan mencoba memberikan kegembiraan atau perubahan dengan membuat keputusan yang sangat terburu-buru.

Jadi jika kamu atau perempuan lain yang kamu kenal tiba-tiba melakukan sesuatu di luar kebiasaannya, itu bisa menjadi tanda peringatan bahwa ada sesuatu yang terjadi, seperti quarter life crisis atau krisis seperempat abad.

2. Dia berbicara tentang perubahan besar dalam hidup

Jika dia sudah mulai berbicara tentang berganti karir atau pindah ke negara lain dengan berbagai perbedaan, itu bisa jadi tanda bahwa dia sedang mengalami quarter life crisis.

Tim Dr Gulota mengatakan bahwa kegelisahan seperti ini menunjukkan kebutuhan perempuan akan pertumbuhan dan perubahan pribadi yang lebih dari sekedar mengubah rutinitas dan rasa bosan.

Dia berada pada titik di mana dia menyadari bahwa situasi saat ini bukan lagi yang dia inginkan.

Sehingga dia mencoba melakukan perubahan ekstrem untuk melihat apakah hal tersebut dapat memberinya kebahagiaan yang selama ini telah hilang.

3. Dia menjadi lumpuh dalam hal komitmen jangka panjang

Ketika kamu sedang berhadapan dengan seorang perempuan yang mengalami quarter life crisis, jangan harap dia akan membuat komitmen jangka panjang, baik soal kehidupan profesional maupun pribadinya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore