
Ilustrasi pasangan. (Freepik).
JawaPos.com – Northwestern University menemukan fakta bahwa mereka yang lebih sering mem-posting tentang pasangannya sebenarnya merasa tidak aman terhadap hubungan mereka. Sebab, kenyataannya seringkali sangat berbeda dengan penampilan yang mereka tunjukkan pada publik. Di balik kemesraan yang di-upload oleh mereka di media sosial, beberapa pasangan justru seringkali bertengkar tentang segala hal. Bahkan, mereka tampaknya berada di ambang perpisahan.
Sebaliknya, pasangan yang benar-benar bahagia biasanya lebih tertutup akan hubungan mereka dan mereka merasa tidak perlu untum menyombongkan diri. Ini membuat mereka lebih jarang membicarakan hubungan mereka di media sosial.
Dilansir dari Inc.com, orang yang selalu mem-posting pasangannya secara berlebihan di media sosial, biasanya memiliki 4 kecenderungan kurang baik. Simak penjelasannya.
1. Mereka ingin meyakinkan orang lain bahwa hubungan mereka bahagia dan sehat
Ketika dua orang terus-menerus mem-posting pasangan masing-masing, mengakui cinta mereka satu sama lain, atau berbagi foto diri mereka yang sedang melakukan aktivitas menyenangkan dan romantis, sebenarnya itu adalah cara untuk meyakinkan orang lain bahwa mereka berada dalam hubungan yang bahagia dan sehat.
Padahal kenyataannya yang sebenarnya, itu hanyalah sebuah cara untuk meyakinkan diri mereka sendiri dari hal yang sebenarnya tidak baik-baik saja. Mereka menipu diri mereka sendiri dengan berpikir bahwa mereka berada dalam hubungan yang bahagia dan sehat.
2. Mereka memiliki kecenderungan menjadi psikopat dan narsistik
Sebuah survei terhadap 800 pria berusia 18 hingga 40 tahun menemukan fakta bahwa, narsisme dan psikopati mempunyai sejumlah foto selfie yang diposting di media sosianya. Selain itu, kaum narsisme biasanya sering mengedit foto diri mereka sendiri sebelum di-posting di jaringan media sosial.
Studi lain menemukan bahwa, mem-posting, menandai orang lain, dan berkomentar di media sosial Facebook sering dikaitkan dengan narsisme baik pada pria maupun wanita.
Singkatnya, semakin sering Anda mem-posting atau berinteraksi di media sosial, semakin besar kemungkinan Anda menjadi kaum narsistik atau, lebih buruk lagi, psikopat. Dan ingatlah kata-kata profesor Brad Bushman dari Ohio State University, yang mengatakan bahwa, orang narsisis adalah pasangan yang sangat buruk dalam suatu hubungan.
3. Mereka cenderung merasa minder
Setelah mensurvei lebih dari 100 pasangan, peneliti dari Northwestern University menemukan fakta bahwa, mereka yang lebih sering memposting di media sosial tentang pasangannya sebenarnya merasa tidak aman dalam hubungan mereka.
4. Mereka merasa tidak punya apa pun untuk dipamerkan
Pasangan yang benar-benar bahagia tidak memerlukan validasi dari media sosial untuk membuktikan betapa bahagianya mereka. Mereka tidak perlu pamer, membuat orang lain iri, atau mengawasi pasangannya secara terus-menerus.
Mereka akan merasa cukup aman dan puas dalam hubungan mereka dan pasangannya sehingga tidak perlu membicarakannya secara berlebihan kepada publik.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
