
ilustrasi kopi. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Terbiasa minum kopi di pagi hari menjadi salah satu kebiasaan banyak orang di dunia ini. Selain merangsang otak dengan meningkatkan energi, kopi kerap memicu perut mulas dan berakhir ingin Buang Air Besar (BAB).
Ketika kamu tertidur, fungsi pencernaan melambat dan saat bangun, hal pertama yang dimakan atau minum akan mengaktifkan sistem pencernaan. Jika menyesap kopi akan langsung membuat usus bekerja.
Kontraksi dan relaksasi otot pada sistem pencernaan dikenal sebagai gerakan peristaltik, membuat tubuh memindahkan makanan ke seluruh usus besar, kontraksi ini mungkin dimulai dalam waktu empat menit setelah minum kopi.
“Kopi bisa menyebabkan buang air besar karena mengandung asam yang meningkatkan hormon gastrin,” jelas ahli gastroenterologi Andrew Boxer, dikutip JawaPos.com dari EatingWell, Minggu (4/2).
Gastrin menyebabkan kontraksi otot yang tidak disengaja di perut (peristaltik), membuat usus bergerak.
“Kafein meningkatkan hormon gastrointestinal seperti Kolesistokinin (CCK), gastrin dan motilin, meningkatkan motilitas usus dan membantu kontraksi otot polos,” kata Boxer.
Kolesistokinin juga meningkatkan produksi empedu di usus kecil. Bila minum kopi lebih banyak dari biasanya, semakin tinggi jumlah kolesistokinin bisa membuat buang air besar menjadi lebih cepat.
Meski begitu, waktu saat minum kopi perlu diperhatikan karena sistem pencernaan lebih sensitif pada waktu-waktu tertentu.
Sistem pencernaan mengalami peningkatan aktivitas di pagi hari karena peralihan dari ritme sirkadian ke kewaspadaan, menurut Journal of Clinical Gastroenterology.
Nyatanya jenis kopi membuat perbedaan pada pergerakan usus tergantung faktor yang memengaruhi, misal:
Kafein vs Tanpa Kafein
Meskipun kafein bukan satu-satunya komponen yang meningkatkan keinginan untuk buang air besar, kafein jelas merupakan salah satu faktornya.
“Kafein menstimulasi otot-otot dalam sistem pencernaan termasuk usus besar, meningkatkan pergerakan tinja melalui usus dan mengakibatkan buang air besar lebih sering,” kata dokter Danielle Kelvas.
Sebagai referensi, secangkir kopi standar mengandung 80–100 miligram kafein. Tergantung pada kondisi kesehatan dan toleransi kafein, tubuh mungkin lebih atau kurang sensitif terhadap jumlah tersebut.
Di sisi lain, kopi tanpa kafein mengandung sedikit kafein. Meskipun mungkin tidak memiliki efek yang sama pada usus, beberapa penelitian menemukan kopi tanpa kafein juga membuat ingin BAB.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
