
Pengunjung saat membaca buku di rak buku Bookhive kawasan Taman Situ Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/4/2021). Masyarakat umum bisa meminjam dan menyumbangkan buku di rak terbuka tersebut. Dan diharapkan bisa memberikan ruang dan menumbuhkan min
JawaPos.com - Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dihabiskan untuk menggunakan media online di Indonesia hampir mencapai 9 jam per hari. Namun, laporan UNESCO menyatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia tidak mencapai 0,1 persen, dikutip dari ANTARA.
Aplikasi seluler ringkasan buku nonfiksi NexPage kemudian melakukan riset sendiri dan mengaitkannya dengan alasan-alasan berikut ini seperti tertulis dalam keterangannya pada Rabu (28/12):
1. Kurangnya aksesibilitas terhadap buku
Walaupun orang-orang di kota memiliki akses ke perpustakaan dan buku-buku, namun hal ini mungkin tidak berlaku untuk kota-kota dan desa-desa yang lebih terpencil.
Meskipun beberapa lokasi terpencil memiliki perpustakaan keliling, namun penawaran dan pilihan buku mereka sering kali perlu ditingkatkan.
2. Kurangnya variasi konten dan judul yang menarik
Banyak buku-buku lokal yang mengadopsi nada yang lebih formal dan penyampaian gaya kuliah, membuat membaca menjadi hobi yang sangat serius.
Banyak judul nonfiksi juga termasuk dalam kategori "buku teks", sehingga terkesan berat, akademis, dan monoton. Persepsi negatif ini berasal dari minat baca, khususnya judul-judul nonfiksi.
3. Tingginya biaya terjemahan buku-buku asing
Meskipun lebih banyak variasi ditemukan dalam judul-judul asing, hanya beberapa yang nyaman dibaca dalam bahasa Inggris. Buku-buku asing yang diterjemahkan juga mahal dan hanya tersedia untuk kalangan tertentu, sehingga kurang diterima secara luas.
Berdasarkan tiga alasan tersebut, aplikasi seluler ringkasan buku nonfiksi NexPage diluncurkan di Indonesia dengan konten yang seluruhnya dalam Bahasa Indonesia. Tujuan akhirnya adalah untuk memiliki beberapa opsi bahasa asli untuk dipilih pengguna sehingga mereka dapat membaca buku dari seluruh dunia dalam bahasa pilihan.
"NexPage percaya bahwa setiap orang harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan dan belajar tentang budaya lain tanpa dibatasi oleh hambatan bahasa atau distribusi," ujar CEO NexPage, Tan Zhi Rong.
NexPage menawarkan beragam jenis konten, menarik bagi segmen audiens yang berbeda. Ada lebih dari 20 kategori judul buku, termasuk Manajemen Bisnis, Teknologi, Keuangan, Buku Terlaris Internasional, Pengembangan Pribadi, Kesehatan & Kebugaran, Pengasuhan Anak, dan Ilmu Pengetahuan, dan masih banyak lagi.
Nexpage juga dilengkapi sejumlah fitur untuk menambah kenyamanan penggunanya seperti mode buku audio, tampilan siang atau malam dan tampilan font untuk kenyamanan mata dalam membaca.
Premi langganan Nexpage di Indonesia juga saat ini dibanderol dengan harga Rp35.000 untuk keanggotaan bulanan dan Rp349.000 untuk keanggotaan tahunan. Tarif yang terjangkau memungkinkan penerimaan dan adopsi yang lebih luas.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
