Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Januari 2022 | 14.48 WIB

Si Kecil Mulai Belajar Merias Diri? Jangan Panik, Ortu Bisa Beri Saran

BELAJAR: Wajar bagi anak perempuan mencoba make-up. Dampingi putri Anda saat mulai memasuki fase tersebut. (Foto Ilustrasi Diperagakan Model - Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

BELAJAR: Wajar bagi anak perempuan mencoba make-up. Dampingi putri Anda saat mulai memasuki fase tersebut. (Foto Ilustrasi Diperagakan Model - Dite Surendra/Jawa Pos)

Parents, coba pandangi buah hati lebih dekat deh. Nggak terasa, anak mulai beranjak dewasa ya? Time flies so fast. Dulu anak-anak tampak polos, tapi kini mulai berani memoles diri. Nah, kira-kira respons dari orang tua harus seperti apa saat anak mulai merias diri?

---

KAK, sarapan sudah siap! Begitu anak keluar dari kamar, eh kok ada yang berbeda. Pakai bando dan liptint. Anak mulai mencoba merias diri. Masih ingat, usia berapa anak menjajal untuk merias dirinya sendiri?

Menurut psikolog anak Agustina Twinky Indrawati, bukan masalah ketika anak mulai mencoba merias dirinya. Tak perlu heboh. Sebelum menggoreskan ujung lipstik ke bibir atau menjajal bedak di wajah, biasanya anak akan melihat mamanya dulu. Baik itu dari dekat ataupun jauh.

Saat anak melihat dari dekat, lanjut Twinky, mama bisa sekalian kasih edukasi make-up bareng. Misalnya, kalau pakai blush on itu begini. Tidak terlalu tebal. Tapi tetap memukau dan menyedot perhatian orang-orang. ”Lebih baik anak itu dapat edukasi atau mencontoh orang tuanya. Bukan orang lain,” tuturnya.

Hmm, tapi bagaimana jika make-up yang diaplikasikan si anak terlalu tebal? Atau, menurut mama, tidak cocok di wajah anak? Twinky mengatakan, orang tua bisa memuji riasan anak dulu. Baru, mama coba kasih masukan. Kalimatnya bagaimana? Misalnya, ”Wih, keren juga hasil make-up Adik atau Kakak. Setelah itu, ”Adik, ayo mama ajari cara make-up yang benar. Kalau yang kayak Adik ini cocoknya buat mama atau orang banyak usianya.”

Terpisah, konselor anak Ferlita Asrya menilai anak sudah boleh belajar merias diri ketika usianya 12–13 tahun. Dengan catatan make-up-nya secara natural atau yang sederhana, Mom. Tapi, bisa jadi, sebelum usia itu, anak akan mencari tahu dulu. Seperti bagaimana cara menggunakan pensil alis, liptint, atau bedak.

Kemudian, lanjit Ferlita, anak meniru gaya make-up keluarganya. Atau bisa jadi dari media sosial hingga idolanya di televisi dan gawai. ”Di era informasi yang gampang didapatkan seperti sekarang, mama atau ayah harus lebih ekstra pengawasannya,” tutur perempuan kelahiran Jakarta pada 1989 itu.

Meski sejak usia muda sudah boleh berkenalan dengan make-up, menurut Ferlita, anak tetap perlu diawasi. Parents harus melihat bagaimana perkembangan make-up yang digunakan anak. Tak ada batasan atau definisi yang pakem tentang kapan anak idealnya ber-make up. Tapi, alangkah baiknya jika anak berpenampilan natural sesuai usianya.

Tonton Tutorial Make-up Bareng Anak


KLARISSA Putri mengaku bahwa dirinya sempat terkejut ketika Amara, putri sulungnya, ber-make up. Kala itu, Kla, sapaan akrab Klarissa, bakal pergi ke mal sekeluarga. Sementara, usia Amara baru 13 tahun. ”Tapi, make-up Aya (panggilan Amara, Red) tidak tebal. Aya cuma pakai semacam liptint,” kenang Kla, lalu tertawa.

Bagi dia, ketika Aya menjajal pakai liptint adalah surprise. Sebab, kakak pertama dan kedua dari Aya cenderung tak suka berdandan. Begitu Aya siap pergi dan keluar dari kamar, kata Kla, ada yang berbeda. Pakai rok, jepit rambut warna-warni, dan liptint pink. Bener-bener girlie.

Kla menyadari, Aya tak lagi anak-anak. Aya mulai berani berdandan. Kla justru tidak marah. Karena make-up Aya tak menor dan tetap menunjukkan anak seusianya. ”Respons kedua setelah respons pertama kaget adalah mengeluarkan kata wah. Aya cantik banget!” ujarnya.

Aya lantas meminta pendapat Kla saat itu. Misalnya, bagaimana dengan warna bibirnya. ”Terlalu mencolok nggak sih, Ma? Tanya Aya ke aku. Aku bilang, nggak kok. Sebentar, mama rapiin sedikit boleh?” tambah Kla.

Kla tak pernah memprotes apa pun urusan make-up Aya. Selama make-up Aya tidak berlebihan. Tak jarang, Kla make-up bareng Aya atau menonton tutorial make-up di media sosial. Menurut dia, dengan begitu, Aya bisa tahu make-up seperti apa yang bisa ditiru.

YUK, DAMPINGI ANAK MERIAS DIRI

1. Tetap lihat material make-up yang dipakai anak-anak. Misalnya, bantu cek teliti ingredients-nya.

2. Bisa dikasih masukan, Bunda. Misalnya, ”Kak, lebih tipis lagi blush on-nya bagus deh. Tapi, kalau nggak cocok, balik sesuai yang Kakak suka saja.”

3. Nge-roll memori waktu mama muda juga asyik. Mama bisa sambil duduk bareng, lalu nunjukin foto-foto waktu masih remaja. Misalnya, ”Ini make-up mama ketika SMA, Kak.” Tambahkan cerita mama kali pertama belajar make-up.

4. Ikuti selera anak dulu sambil membaca bagaimana anak merias diri.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore