Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Maret 2021 | 23.41 WIB

Ahli Gizi Tegaskan Pentingnya Serat pada Buah dan Sayur saat Diet

Ilustrasi. Ada 9 langkah yang bisa dilakukan agar tubuh yang menggendut di usia 50 tahun. - Image

Ilustrasi. Ada 9 langkah yang bisa dilakukan agar tubuh yang menggendut di usia 50 tahun.

JawaPos.com - Ingin diet jangan hanya asal demi membuat tubuh langsing. Sebah bukan soal mengurangi jumlah makanan, seseorang diminta melakukan metode diet yang tepat. Masyarakat juga perlu memperhatikan kandungan gizi dalam menu dietnya termasuk jangan melewatkan kompisisi sayur dan buah.

Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik (PDGKI) dan platform aplikasi layanan kesehatan terpadu Good Doctor menegaskan bahwa serat yang terkandung dalam sayur dan buah adalah salah satu zat gizi yang harus dikonsumsi pelaku diet. Ahli Gizi dr. Arti Indira, MGz., SpGK., FINEM dari PDGKI menjelaskan diet menurunkan berat badan yang benar itu harus mengonsumsi makanan yang mengandung zat gizi lengkap. Ada karbohidrat, protein, lemak, dan banyak makan buah dan sayur.

"Serat tidak akan menghambat penurunan berat badan atau menyebabkan kegemukan,” jelas dr. Arti dalam Instagram Live Good Doctor Bersama PDGKI, Minggu (14/3) malam.

Baca Juga: Manfaat Serat Sehatkan Pencernaan dan Imunitas Selama Pandemi

Seluruh zat gizi tersebut dibutuhkan oleh tubuh untuk metabolisme dan mempertahankan fungsi seluruh organ tubuh agar tetap sehat dan optimal. Tidak bisa ada salah satu zat gizi tersebut dihilangkan.

Oleh karena itu, agar program penurunan berat badan berhasil, masyarakat harus lebih bijak menyaring informasi tentang diet yang beredar karena salah memilih program diet bisa fatal. Ke mana masyarakat mengakses informasi tentang diet yang sehat?

"Masyarakat untuk bertanya langsung ke dokter," kata dr. Feni Nugraha, MARS, M.Gizi, SpGK dari PDGKI.

Semua dokter, lanjutnya, pasti memiliki pengetahuan yang benar tentang diet penurunan berat badan. Melakukan diet tanpa pengawasan dokter boleh saja, namun bukan jenis diet ekstrem.

“Jika ingin melakukan diet sendiri, jangan melakukan diet ekstrem,” jelas dr. Fani.

Jika ingin melakukan diet khusus, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi. Diet khusus yang dimaksud, menurut dr. Fani adalah diet untuk penurunan berat badan dengan cepat dan diet pada orang dengan penyakit tertentu.

Orang yang diet ekstrim juga rentan mengalami defisiensi mikronutrien. Memang saat menurunkan BB, yang diperhatikan hanya kalori dan makronutrien. Suka lupa mikronurien. Memang diperlukan cuma dalam jumlah kecil, tapi sangat penting untuk metabolisme.

Ada vitamin larut lemak, larut air, dan mineral yang banyak sekali. Gak usah pusing karena dari asupan makanan sehari-hari, kita sudah mendapatkan semua vitamin dan minerasl sesuai kebutuhan, sekalipun kita menjalankan program penurunan BB.

"Tapi dengan diet ekstrim, sering kali gak cukup mikronutrisi. Makanya rekomendasinya, sering kita harus menggunakan makanan pengganti yang mengandung vitamin dan mineral, sesuai program yang akan dijalani," katanya.

"Ada orang yang tidak mau makan nasi saat diet. Kita suka lupa, selain sebagai sumber karbo, di dalam nasi juga ada vitamin dan mineral seperti zat besi, fosfor, magnesium, dan mangan. Jangan terlalu restriktif saat menjalankan program diet," lanjut dr. Fani.

Mengenal Serat

Menurut para ahli gizi, serat adalah karbo kompleks yang tidak diserap tubuh. Jadi akan melewati usus kecil dan besar, lalu dikeluarkan dari tubuh.

Secara garis besar ada 2 macam serat yaitu larut dan tak larut. Umumnya ditemukan di sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian. Serat larut akan diubah seperti gel oleh bakteri usus, membuat feses lebih padat dan berbentuk, serta mengurangi penyerapan zat-zat tertentu yang memiliki dampak negatif untuk tubuh.

Misalnya menghambat penyerapan karbo ke darah, sehingga mencegah kelonjakan gula darah. Juga menghambat penyerapan lemak dan kolesterol. Serat tidak larut membantu memperlambat penyerapan makanan dan bahan yang tidak dibutuhkan tubuh. Dia membuat volume tambahan di perut sehingga bikin kita kenyang lebih lama. Ini yang membantu penurunan berat badan. Serat juga membantu menyehatkan saluran pencernaan. Mikrobiota usus orang obes dan tidak obes itu beda. Serat membantu keseimbangan bakteri usus.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/29Q7A3EmUCY

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore